Timothée Chalamet Terima Penghargaan di Italia, Kenang Peran Besar Luca Guadagnino dalam Kariernya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktor Timothée Chalamet menandai momen penting dalam kariernya saat menerima David Award for Cinematic Excellence dalam perhelatan David di Donatello Awards ke-70, Rabu malam (8/5), di studio legendaris Cinecittà, Roma.
Dilansir dari Variety, dalam pidatonya, Chalamet secara emosional mengenang sutradara Luca Guadagnino sebagai sosok paling berpengaruh dalam perjalanan aktingnya.
"Luca mungkin adalah orang paling penting dalam karier saya," ujar Chalamet, yang hadir bersama kekasihnya Kylie Jenner untuk pertama kalinya berjalan bersama di karpet merah serta ayahnya, Marc Chalamet. Chalamet pertama kali mencuri perhatian dunia saat membintangi Call Me by Your Name (2017) karya Guadagnino. Saat itu, di usia 22 tahun, ia menjadi nominasi ketiga termuda dalam kategori Aktor Terbaik di ajang Oscar.
"Saya memulai sebagai anak 20 tahun dari New York yang kesulitan menembus industri film Amerika," tuturnya. Meski tidak memiliki darah keturunan Italia, Chalamet mengaku merasakan kedekatan emosional yang kuat dengan komunitas perfilman di negara tersebut.
"Saya tidak punya garis keturunan keluarga dari Italia, tapi saya merasa sangat terhubung dengan dunia sinema di sini," katanya.
Dengan nada bercanda, ia menambahkan, "Kalau saya tidak mengejar mimpi menjadi aktor, mungkin saya sudah memecahkan rekor gol Francesco Totti," merujuk pada mantan kapten klub sepak bola AS Roma yang menjadi idolanya.
Presiden dan direktur artistik Academy of Italian Cinema, Piera Detassis, memuji Chalamet sebagai sosok unik dalam perfilman global.
"Asal-usul Eropa dan latar belakang Amerika menjadikannya salah satu aktor paling tak terduga dan bertalenta saat ini mampu menjadi pemain film auteur sekaligus bintang yang menciptakan tren dan gaya," ujar Detassis.
Sementara itu, di antara film yang menjadi unggulan di ajang penghargaan tahun ini adalah Parthenope karya Paolo Sorrentino, The Great Ambition oleh Andrea Segre, Vermiglio oleh Maura Delpero, dan The Art of Joy oleh Valeria Golino.