Pengakuan Mengejutkan Joko Anwar! Siapkan Pensiun, Ingin Hidup Tenang Tanpa Tekanan Industri Film?

Genvoice.id | 09 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan datang dari sutradara kenamaan Indonesia, Joko Anwar. Sosok di balik kesuksesan film-film seperti Pengabdi Setan dan Siksa Kubur ini secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya telah merencanakan pensiun dari dunia perfilman yang telah membesarkan namanya.

Pernyataan tersebut pertama kali ia sampaikan saat tengah mempromosikan film terbarunya, Ghost in Cell, yang dijadwalkan tayang pada 16 April mendatang. Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Joko Anwar menyebut bahwa karya tersebut merupakan film ke-12 dalam kariernya. Ia pun memberi sinyal bahwa perjalanan panjangnya sebagai sutradara kini mulai mendekati akhir.

"Film saya yang ke-12. Semakin dekat pensiun. Semoga semakin dekat pula ke hati kalian," tulisnya, yang langsung menarik perhatian publik.

Tegaskan Rencana Pensiun, Sudah Punya Timeline

Tak berhenti di situ, Joko Anwar kembali menegaskan niatnya untuk pensiun saat menjadi bintang tamu di podcast Raditya Dika. Ia memastikan bahwa rencana tersebut bukan sekadar wacana, melainkan sudah dipikirkan secara matang.

Bahkan, ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menentukan waktu pasti kapan akan benar-benar berhenti dari profesinya sebagai sutradara. Rencana ini juga sudah ia komunikasikan kepada rekan-rekan terdekatnya di industri film.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Joko Anwar dalam mempersiapkan fase baru dalam hidupnya setelah bertahun-tahun berkarya di industri kreatif.

Ingin Hidup Lebih Tenang, Bukan Sekadar Pindah Tempat

Menariknya, keputusan pensiun ini bukan karena keinginan untuk meninggalkan Indonesia atau pindah ke luar negeri. Joko Anwar justru menekankan bahwa yang ia cari adalah ketenangan, bukan sekadar perubahan lokasi.

Ia menyadari bahwa kesempatan untuk hidup di luar negeri tidak dimiliki semua orang. Karena itu, fokus utamanya adalah menemukan "tempat" dalam arti yang lebih dalam, yakni kondisi hidup yang membuatnya merasa damai dan jauh dari tekanan.

Baginya, ketenangan mental menjadi hal yang semakin penting seiring perjalanan kariernya yang panjang dan penuh dinamika.

Tetap Produktif Tanpa Tekanan Industri

Meski berencana pensiun, Joko Anwar tidak ingin sepenuhnya berhenti bekerja. Ia tetap ingin menghasilkan uang dan menjaga produktivitas, namun dengan cara yang lebih santai dan minim tekanan.

Ia mengaku ingin mengurangi keterlibatan dalam hal-hal yang berpotensi menimbulkan stres atau frustrasi. Dengan kata lain, fase pensiun yang ia bayangkan adalah kehidupan yang tetap aktif secara ekonomi, tetapi lebih seimbang secara emosional.

Keputusan ini pun menuai beragam respons dari publik. Di satu sisi, banyak penggemar merasa kehilangan jika Joko Anwar benar-benar berhenti menyutradarai film. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang mendukung langkahnya untuk mencari kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup.

Rencana ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap industri hiburan, setiap individu tetap membutuhkan ruang untuk beristirahat dan menemukan makna hidup yang lebih dalam.