Bahaya Langsung Makan Pedas Saat Buka Puasa, Ini Dampaknya pada Lambung
JAKARTA, GENVOICE.ID - Makanan pedas menjadi salah satu menu favorit banyak orang Indonesia. Sambal bahkan sering dianggap pelengkap wajib di meja makan, mulai dari sambal terasi hingga sambal bawang. Kebiasaan ini juga kerap terbawa saat bulan Ramadan, ketika sebagian orang memilih makanan pedas sebagai hidangan berbuka puasa.
Namun, langsung mengonsumsi makanan pedas ketika berbuka sebenarnya kurang dianjurkan. Setelah seharian tidak makan dan minum, kondisi lambung cenderung lebih sensitif sehingga mudah bereaksi terhadap makanan dengan rasa kuat, termasuk pedas.
Cabai yang menjadi sumber rasa pedas mengandung senyawa aktif bernama capsaicin. Senyawa ini dapat merangsang reseptor saraf tertentu yang juga terdapat di saluran pencernaan. Aktivasi reseptor tersebut memicu sensasi panas dan meningkatkan aktivitas sistem pencernaan.
Lambung Kosong Lebih Sensitif
Selama menjalani puasa, lambung tetap memproduksi asam meskipun tidak ada makanan yang masuk. Karena itulah, ketika perut kosong dalam waktu lama, lapisan lambung menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan makanan.
Saat makanan pertama masuk setelah azan magrib, lambung akan langsung aktif kembali untuk mencerna makanan. Jika makanan yang dikonsumsi langsung pedas, rangsangan pada lambung bisa menjadi lebih kuat.
Penelitian menunjukkan bahwa capsaicin dapat memicu pelepasan zat kimia tertentu yang berkaitan dengan peningkatan sekresi asam lambung serta sensasi panas pada saluran pencernaan. Kondisi ini membuat rasa pedas terasa jauh lebih kuat ketika dimakan saat perut kosong dibandingkan setelah makan terlebih dahulu.
Bisa Memicu Perut Perih dan Mulas
Sensasi pedas sebenarnya bukanlah rasa seperti manis atau asin. Rasa tersebut muncul karena saraf tubuh menerima sinyal panas dari capsaicin. Reseptor saraf yang merespons senyawa ini tidak hanya berada di lidah, tetapi juga terdapat di lambung dan usus.
Ketika reseptor tersebut teraktivasi, saluran pencernaan bisa bereaksi lebih aktif. Pada sebagian orang, hal ini dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti:
-
Perut terasa perih
-
Sensasi panas di lambung
-
Mulas atau tidak nyaman di perut
Selain itu, pergerakan usus juga dapat meningkat sehingga seseorang mungkin merasa ingin buang air besar tidak lama setelah makan makanan pedas. Gejala ini lebih mudah muncul pada orang yang memiliki riwayat gangguan lambung, seperti dispepsia atau refluks asam lambung.
Cara Aman Mengonsumsi Makanan Pedas Saat Berbuka
Agar sistem pencernaan tidak kaget setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Karena itu, makanan sebaiknya dikonsumsi secara bertahap saat berbuka.
Memulai buka puasa dengan air putih, kurma, atau makanan ringan bisa membantu lambung beradaptasi kembali. Setelah itu, barulah mengonsumsi makanan utama atau hidangan yang lebih berat, termasuk makanan pedas.
Memberi jeda beberapa menit sebelum makan besar juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih nyaman. Dengan cara ini, sensasi pedas tetap bisa dinikmati tanpa memicu rasa perih atau mulas pada lambung.