Erling Haaland Kritik Aturan Premier League Usai Kartu Merah Szoboszlai: "Golnya Disahkan Saja"
JAKARTA, GENVOICE.ID - Erling Haaland melontarkan kritik terbuka terhadap aturan Premier League menyusul keputusan kontroversial VAR dalam laga dramatis Manchester City kontra Liverpool di Anfield. Penyerang asal Norwegia itu menilai gol ketiga City seharusnya disahkan, alih-alih berujung kartu merah untuk Dominik Szoboszlai di masa injury time.
Manchester City memastikan kemenangan 2-1 atas Liverpool pada pekan ke-25 Premier League 2025-2026. Namun, hasil tersebut dibayangi insiden menit ke-99 yang memicu perdebatan luas seusai pertandingan. Gol jarak jauh Rayan Cherki ke gawang kosong Liverpool dianulir VAR, sementara Szoboszlai justru diusir keluar lapangan.
Situasi bermula ketika Alisson Becker masih berada di area depan usai membantu serangan Liverpool dalam situasi bola mati. Cherki kemudian melepaskan umpan panjang dari area pertahanannya sendiri, membuat Haaland berlari bebas menuju gawang. Szoboszlai mencoba mengejar dan melakukan tarikan untuk menghentikan pergerakan Haaland, yang dinilai sebagai upaya menggagalkan peluang emas.
Dalam momen yang sama, Haaland membalas dengan menarik Szoboszlai saat gelandang Liverpool itu berusaha menyapu bola di garis gawang. Bola tetap menggelinding masuk dan disambut selebrasi pemain City. Namun, VAR turun tangan dan memutuskan gol tidak sah karena tarikan Haaland, sementara pelanggaran awal Szoboszlai berujung kartu merah.
Berbicara setelah laga, Haaland mengaku kecewa dengan keputusan tersebut. Ia menyebut penerapan aturan justru merugikan semua pihak, termasuk Szoboszlai yang harus menerima hukuman larangan bermain tiga pertandingan.
Menurut Haaland, wasit memang mengikuti aturan, tetapi hasil akhirnya terasa tidak adil. Ia menilai gol seharusnya tetap disahkan tanpa perlu mengeluarkan kartu merah. Baginya, keputusan itu menghilangkan esensi momen besar yang seharusnya menjadi penutup dramatis pertandingan.
Kritik juga datang dari pengamat sepak bola Inggris, Gary Neville. Ia menyebut keputusan tersebut sulit dipahami dan terlalu kaku dalam menerapkan aturan. Neville menilai insiden itu merusak salah satu momen terbaik musim ini dan menghilangkan seni dalam permainan.
Pep Guardiola pun menunjukkan rasa frustrasi serupa. Saat dimintai komentar singkat, manajer Manchester City itu menyindir dengan mengatakan seharusnya wasit mengesahkan gol dan mengakhiri pertandingan. Sebaliknya, Roy Keane justru menganggap insiden tersebut menambah drama dan ketegangan laga besar Premier League.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Manchester City tetap membawa pulang tiga poin dari Anfield, kemenangan pertama mereka di stadion itu sejak 2021. Tambahan poin menjaga asa City dalam perburuan gelar, dengan posisi mereka kini hanya terpaut enam poin dari Arsenal di puncak klasemen dengan 13 pertandingan tersisa.
Insiden VAR di laga ini kembali memunculkan perdebatan soal keseimbangan antara ketegasan aturan dan rasa keadilan dalam sepak bola modern, terutama ketika keputusan diambil pada momen paling krusial pertandingan.