Air Keras Pelajar di Cempaka Putih Viral, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penyiraman yang Bikin Korban Luka Mata

Genvoice.id | 09 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia pendidikan kita lagi-lagi dihantam kabar yang bener-bener nggak masuk akal dan bikin bulu kuduk merinding. Sebuah aksi kekerasan brutal yang melibatkan anak sekolah baru saja terjadi di kawasan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat sore, 6 Februari 2026. Kejadian ini bukan cuma tawuran biasa, melainkan aksi penyiraman air keras yang sangat membahayakan nyawa. Bayangin saja, di tengah jam pulang sekolah yang seharusnya penuh canda tawa, suasana malah berubah jadi horor mencekam.

Publik langsung dibuat geram setelah video amatir yang merekam aksi keji tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial. Video viral itu memperlihatkan betapa sadisnya pelaku yang masih berstatus pelajar menyerang sesama pelajar tanpa ampun. Kepolisian pun nggak tinggal diam melihat aksi yang sudah melewati batas kemanusiaan ini. Investigasi besar-besaran langsung dilakukan untuk menyeret siapa pun yang terlibat ke meja hijau. Kabar ini jadi pengingat pahit buat kita semua bahwa kekerasan di kalangan remaja masih jadi PR besar yang sangat meresahkan, nih Gen.

Pihak berwajib dari Polres Metro Jakarta Pusat sudah bergerak sangat taktis sejak laporan ini masuk. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan bahwa timnya sudah mengamankan barang bukti berupa rekaman video yang beredar di internet untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis video ini jadi kunci utama buat polisi dalam menyusun puzzle kronologi kejadian sekaligus memetakan siapa saja oknum yang harus bertanggung jawab, nih Gen.

Identitas Pelaku Terlacak dan Korban Mengalami Luka Parah

Berita bagusnya, polisi mengaku sudah mendapatkan titik terang. Saat ini, identitas dari para pelaku beserta detail kendaraan bermotor yang mereka pakai saat melakukan aksi penyiraman tersebut sudah ada di tangan penyidik. Meskipun identitas sudah dikantongi, polisi masih butuh waktu buat mendalami peran masing-masing anak tersebut sebelum melakukan penangkapan atau tindakan hukum lainnya secara resmi.

"Kami sudah mengetahui identitasnya, baik pelaku maupun kendaraan yang digunakan. Namun semuanya masih dalam tahap pendalaman," jelas AKBP Roby.

Di sisi lain, kondisi korban sangat memprihatinkan. Akibat siraman cairan kimia berbahaya itu, korban mengalami luka serius terutama di area mata. Korban memang sudah diperbolehkan pulang setelah sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi trauma fisik dan psikis yang dialaminya masih sangat berat. Kondisi ini membuat polisi belum bisa menggali informasi lebih dalam dari sisi korban.

"Korban mengalami cedera di bagian mata. Saat ini masih dalam proses pemulihan dan belum siap untuk diperiksa," kata Roby lagi. Karena kasus ini melibatkan anak di bawah umur baik dari sisi pelaku maupun korban, penanganannya pun ditangani secara khusus oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.

Kronologi Kejadian Berdasarkan Rekaman Video

Kalau kita intip dari video yang lagi ramai, kejadiannya berlangsung sangat cepat dan terencana. Terlihat ada tiga orang pelaku yang berboncengan di satu sepeda motor. Di saat yang sama, korban bersama dua rekannya melintas dari arah yang berlawanan. Begitu posisi mereka sudah sangat dekat, motor pelaku tiba-tiba saja memotong jalur korban dengan sengaja. Tanpa ba-bi-bu, salah satu pelaku langsung menyiramkan air keras tepat ke arah wajah korban.

Setelah menyiramkan cairan tersebut, para pelaku langsung tancap gas melarikan diri dari lokasi. Korban terlihat sangat kesakitan sambil memegang matanya yang terkena cairan, sementara motor yang ia kendarai terus melaju tak tentu arah karena rasa perih yang luar biasa. Kejadian ini benar-benar jadi tamparan buat kita semua soal betapa pentingnya pengawasan ekstra di lingkungan sekolah dan rumah.