Rusia Kian Ketat Kendalikan Internet! Snapchat Diblokir, FaceTime Dibatasi dan Platform Lain Terancam Miliki Nasib Sama

Genvoice.id | 09 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Rusia kembali memperluas kontrol terhadap ruang digitalnya. Pemerintah melalui regulator komunikasi nasional, Roskomnadzor, resmi memblokir akses ke aplikasi Snapchat dan membatasi layanan panggilan video FaceTime milik Apple.

Langkah ini disampaikan dalam laporan media pemerintah dan dikutip oleh The Guardian pada Kamis (4/12).

Roskomnadzor menyebut kedua platform itu digunakan untuk mengorganisasi dan melakukan aktivitas terorisme, merekrut pelaku kejahatan, hingga memfasilitasi penipuan terhadap warga Rusia. Dalam laporannya, regulator itu juga menyatakan bahwa pemblokiran terhadap Snapchat sebenarnya sudah berlangsung sejak 10 Oktober, meski baru diumumkan secara publik pada pekan ini.

Kebijakan terbaru ini muncul setelah deretan pembatasan terhadap platform besar lain. YouTube, WhatsApp, Instagram, dan Telegram sudah lebih dulu dibatasi di berbagai wilayah. Pemerintah juga tercatat memutus akses internet seluler secara luas pada musim panas lalu. Pejabat menyebut langkah itu diperlukan untuk menggagalkan serangan pesawat tak berawak Ukraina. Di sejumlah daerah, pemerintah menerapkan sistem "daftar putih" yang hanya mengizinkan akses ke situs tertentu selama pemutusan jaringan berlangsung.

Pembatasan tidak berhenti pada aplikasi media sosial. Aplikasi pesan instan pun ikut masuk daftar blokir. Signal dan Viber diblokir pada 2024, sementara panggilan melalui WhatsApp dan Telegram dilarang pada tahun yang sama. Roskomnadzor menyatakan bahwa kedua aplikasi tersebut digunakan untuk berbagai bentuk aktivitas kriminal.

Pada saat bersamaan, pemerintah mendorong penggunaan aplikasi pesan nasional bernama Max. Aplikasi ini mendapat sorotan dari kelompok hak digital karena dinilai dapat membagikan data pengguna ke pihak berwenang kapan saja jika diminta.

Pergolakan di sektor digital Rusia semakin meluas ketika pemerintah juga mengumumkan pemblokiran platform gim Roblox. Alasannya adalah upaya melindungi anak-anak dari konten ilegal dan kejahatan seksual. Keputusan ini mengikuti tren kebijakan yang memperketat akses terhadap layanan global yang memungkinkan komunikasi dan interaksi pengguna.

Pakar keamanan siber dari kelompok Net Freedom, Stanislav Seleznev, menjelaskan bahwa hukum Rusia mengategorikan semua platform yang memungkinkan pertukaran pesan sebagai "penyelenggara penyebaran informasi". Status itu mengharuskan platform memiliki akun resmi di Roskomnadzor dan menyediakan akses kepada badan keamanan untuk memantau aktivitas pengguna. Platform yang tidak mematuhi aturan dapat diblokir.

Seleznev memperkirakan puluhan juta warga Rusia menggunakan FaceTime setelah larangan panggilan WhatsApp dan Telegram mulai diberlakukan. Ia juga memperingatkan bahwa platform lain yang tidak bersedia memenuhi persyaratan pemerintah berpeluang mengalami nasib serupa. Internet Rusia pun bergerak menuju ekosistem yang semakin tertutup, dengan kontrol negara yang semakin dominan di hampir semua jalur komunikasi daring.