Pandji Pragiwaksono Minta Maaf, Akui Salah Sebut Lembaga Hukum Dalam Materi Stand Up Mens Rea!
JAKATRA, GENVOICE.ID - Kabar terbaru datang dari komika senior yang lagi jadi pusat perhatian netizen se-Indonesia, Pandji Pragiwaksono. Setelah namanya ramai diperbincangkan karena berbagai materi tajamnya di special show bertajuk Mens Rea, kali ini Pandji secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Permintaan maaf ini ternyata berawal dari sebuah kekeliruan teknis yang cukup fatal saat ia lagi asyik nge-riffing soal kasus korupsi di atas panggung.
Alih-alih menyebut Mahkamah Agung (MA) yang menjadi tempat asal oknum pejabat tersebut, Pandji justru malah menyebut Kejaksaan Agung. Kesalahan penyebutan nama institusi hukum ini langsung jadi gorengan hangat di media sosial, terutama setelah potongan videonya beredar luas dan dikritik habis-habisan oleh para detektif netizen. Situasi ini tentu saja menambah beban kontroversi yang sedang dialami Pandji, mengingat saat ini ia juga sedang menghadapi laporan polisi dari beberapa kelompok pemuda.
Meskipun Pandji dikenal sebagai komika yang sering vokal dan nggak takut kritik, kali ini ia memilih buat bersikap ksatria dan mengakui kalau dirinya memang kurang teliti dalam menyampaikan detail informasi di depan ribuan penontonnya, Gen.
Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Pandji lewat akun media sosial X pribadinya. Ia sadar kalau di tengah tensi yang lagi panas-panasnya ini, kesalahan sekecil apa pun soal data bisa jadi blunder besar yang digunain orang buat menyerangnya balik.
"Maaf maaf gue salah sebut di panggung," tulis Pandji secara singkat tapi padat melalui unggahannya yang dikutip pada Jumat, 9 Januari 2026.
Gara-gara Bahas Kasus Korupsi Zarof Ricar
Awal mula blunder ini terjadi saat Pandji lagi membawakan materi tentang kasus kakap yang melibatkan Zarof Ricar. Buat yang lupa, Zarof Ricar adalah mantan pejabat di Mahkamah Agung yang sempat bikin gempar karena kedapatan menimbun uang tunai hampir Rp1 triliun di rumahnya. Nah, di atas panggung Indonesia Arena waktu itu, Pandji malah kelepasan bilang kalau Zarof ini berasal dari Kejaksaan Agung.
Kekeliruan ini pertama kali di-spill oleh akun @heraloebss di media sosial, yang langsung mengoreksi kalau lembaga yang dimaksud harusnya adalah MA. Sejak koreksi itu viral, mata netizen jadi makin jeli memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut Pandji di tayangan Netflix tersebut. Hal ini bikin diskusi publik makin liar, apalagi banyak yang menghubung-hubungkan kesalahan data ini dengan kualitas kritik yang dibawakan Pandji, Gen.
Dampak Penayangan Tanpa Sensor di Netflix
Keputusan Pandji buat merilis Mens Rea secara full tanpa sensor di platform Netflix memang kayak pisau bermata dua. Di satu sisi, banyak yang memuji keberaniannya karena bisa menjangkau audiens yang lebih luas secara global. Tapi di sisi lain, hal ini juga bikin materi-materi sensitifnya jadi lebih gampang dipantau sama pihak-pihak yang nggak suka.
Buntut dari viralnya materi ini, Pandji pun harus menerima kenyataan pahit karena dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Rizki Abdul Rahman Wahid sebagai pelapor menilai kalau komedi Pandji bukan lagi sekadar hiburan, tapi sudah mengarah pada penghinaan dan potensi memecah belah warga. Mereka merasa keresahan ini sudah sangat terasa di kalangan anak muda organisasi tersebut. Dengan adanya permintaan maaf soal salah sebut lembaga hukum ini, netizen pun terbelah antara yang menganggap ini murni manusiawi dan yang menganggap Pandji harusnya lebih riset lagi sebelum bicara soal hukum, Gen!
Menurut Gen, apakah permintaan maaf Pandji soal salah sebut lembaga ini sudah cukup buat meredam emosi pihak-pihak yang melaporkannya ke polisi, atau justru masalah ini bakal terus panjang?