Pandji Pragiwaksono Dilaporkan Ke Polisi, Materi Stand Up Mens Rea Diduga Hina NU Dan Muhammadiyah Soal Tambang!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia komedi tanah air lagi diguncang kabar yang bener-bener heboh nih, Gen. Komika senior Pandji Pragiwaksono baru saja resmi berurusan dengan hukum setelah materi stand up comedy terbarunya yang bertajuk Mens Rea berujung pada laporan polisi. Kasus yang lagi viral ini bermula saat sekelompok massa yang mengaku sebagai Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah mendatangi Polda Metro Jaya pada Kamis, 8 Januari 2026.
Mereka merasa materi yang dibawakan Pandji dalam pertunjukan besarnya itu sudah lewat batas karena dianggap merendahkan, memfitnah, bahkan menistakan agama. Polisi sendiri sudah mengonfirmasi adanya laporan tersebut dan siap melakukan penyelidikan mendalam untuk melihat apakah ada unsur pidana dalam lawakan sang komika.
Isu ini jadi pembicaraan panas di media sosial karena Pandji dikenal sebagai komika yang sangat berani mengkritik isu politik dan sosial, namun kali ini kritikannya dianggap sudah menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Apalagi pertunjukan Mens Rea itu ditonton oleh sekitar 10 ribu orang secara langsung di Indonesia Arena sebelum akhirnya dirilis secara global lewat platform Netflix, Gen.
Pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan bahwa laporan dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA sudah masuk. Saat ini, tim penyidik sedang fokus untuk melakukan klarifikasi serta menganalisa barang bukti yang ada.
"Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti, agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi. Beri ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum," ujar Kombes Budi dalam keterangannya, Jumat, 9 Januari 2026.
Tuduhan Fitnah Soal Politik Praktis dan Tambang
Rizki Abdul Rahman Wahid, yang mengaku sebagai Presidium Angkatan Muda NU, menjelaskan bahwa alasan utama pelaporan ini adalah karena narasi yang dibawakan Pandji dianggap menyudutkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Menurut mereka, Pandji memberikan narasi seolah-olah NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis demi mendapatkan imbalan berupa konsesi tambang.
"Narasi fitnahnya adalah menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan begitu ya imbalan karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin," ucap Rizki.
Pihak pelapor menilai bahwa materi tersebut sangat berbahaya karena bisa memecah belah dan menimbulkan keresahan, terutama di kalangan anak muda yang aktif di organisasi tersebut. Mereka merasa martabat organisasi mereka telah difitnah lewat guyonan yang ditonton jutaan orang tersebut.
Respons PBNU Soal Identitas Pelapor
Menariknya, di tengah panasnya pelaporan ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil, memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Gus Ulil menegaskan kalau pihak yang melaporkan Pandji dengan nama Angkatan Muda NU itu sebenarnya bukan bagian resmi dari organisasi PBNU. Secara struktural, tidak ada lembaga atau badan otonom di bawah NU yang bernama Angkatan Muda NU.
"Kalau representasi PBNU jelas tidak," tegas Gus Ulil.
Beliau menambahkan kalau NU adalah organisasi yang sangat besar dan terbuka, jadi wajar saja kalau sering ada kelompok atau individu yang membawa-bawa nama NU secara spontan untuk menyuarakan isu tertentu. Gus Ulil bahkan menyebut gerakan-gerakan seperti itu biasanya bersifat temporer dan bisa menghilang dalam waktu singkat. Sampai artikel ini dirilis, pihak Pandji Pragiwaksono sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus hukum yang menjerat materi Mens Rea miliknya. Kita tunggu saja gimana kelanjutan proses hukumnya di Polda Metro Jaya ya, Gen!
Menurut Gen, apakah menurut kalian komedian itu punya batas dalam mengkritik organisasi besar, atau justru komedi harusnya bebas tanpa sensor sama sekali?