Gaji Fantastis, Gol Seret! Kontroversi Mohamed Salah vs Slot Bikin Iklim Liverpool Panas
JAKARTA, GENVOICE.ID - Drama di Liverpool kembali memuncak, dan kali ini pusatnya jelas mengarah pada sosok Mohamed Salah.
Dalam delapan bulan terakhir saja, bintang Mesir itu sudah mengantongi sekitar 14 juta poundsterling atau kira-kira Rp311 miliar, dari total 26 penampilannya di semua kompetisi. Angka itu kalau dipecah jadi terdengar makin gila: lebih dari £586 ribu atau kurang lebih Rp13 miliar per pertandingan, dan sekitar £6.500 atau Rp144 juta untuk setiap menit ia menginjak rumput.
Dengan bayaran sefantastis itu, performa Salah ternyata tidak ikut meroket. Sejak kontrak barunya diteken April lalu, ia baru menghasilkan tujuh gol. Artinya, Liverpool membayar hampir £2 juta atau sekitar Rp44,4 miliar hanya untuk satu gol. Angka yang bikin banyak fans mulai mengernyitkan dahi, apalagi ketika tim sedang kesulitan mendapatkan hasil maksimal.
Situasi makin panas setelah hasil imbang 3-3 melawan Leeds akhir pekan lalu. Salah secara blak-blakan mengaku tidak punya hubungan baik dengan Arne Slot dan menuding sang pelatih telah "melemparkannya ke bawah bus". Komentar pedas itu langsung meledak jadi spekulasi bahwa Salah siap cabut di bursa transfer Januari.
Di tengah semua kegaduhan ini, Liverpool justru berada di posisi serba salah. Slot belum memastikan apakah Salah akan tampil dalam laga besar Liga Champions melawan Inter Milan di San Siro. Ketidakjelasan ini bikin tanda tanya makin besar: apakah ini strategi, hukuman, atau justru langkah awal perpisahan?
Rumor lain yang beredar tak kalah mengejutkan. Ada kemungkinan Salah bakal meninggalkan Liverpool lebih cepat dari jadwal untuk bergabung ke pemusatan latihan Timnas Mesir jelang Piala Afrika. Slot sebelumnya menyebut tanggal 15 Desember sebagai momen keberangkatan, tapi kini ada peluang sang bintang pergi jauh lebih awal.
Drama antara Salah dan Liverpool tampaknya baru memasuki babak pembukaan. Bursa transfer Januari bisa menjadi panggung yang menentukan apakah kisah panjangnya di Anfield akan berakhir manis, atau justru selesai dengan ketegangan paling panas dalam kariernya.