McLaren Diminta Bertindak Setelah Oscar Piastri dan Lando Norris Bentrok di GP Singapura
JAKARTA, GENVOICE.ID - Ketegangan di kubu McLaren memuncak setelah insiden antara Oscar Piastri dan Lando Norris di Grand Prix Singapura. Komentator Formula 1, Martin Brundle, menilai hubungan keduanya telah mencapai "titik tanpa balik" dan kini tim harus segera turun tangan.
Momen panas terjadi ketika Norris melakukan manuver agresif yang membuat Piastri terpaksa keluar jalur. Insiden itu tidak mendapat hukuman dari steward, namun pembalap asal Australia tersebut langsung melampiaskan kekecewaannya melalui radio tim.
"Apakah tim benar-benar oke dengan Lando yang menabrak saya begitu saja?" tanya Piastri dengan nada kesal, mengingat insiden itu membuat keunggulannya di klasemen semakin menipis.
Meski begitu, CEO McLaren Zak Brown menegaskan bahwa tim hanya "membiarkan kedua pembalapnya berlomba". Namun keputusan itu menuai kritik, mengingat McLaren sebelumnya sempat dianggap lebih memihak pada Norris - seperti saat Piastri diminta menyerahkan posisinya di GP Italia bulan lalu setelah pit stop lambat yang dialami Norris.
Brundle menilai situasi ini menjadi titik krusial dalam dinamika kedua pembalap muda tersebut.
"Saya yakin dinamika antara dua pembalap McLaren ini akan berubah secara permanen," tulis Brundle dalam kolomnya di Sky Sports. "Ini hanya soal waktu sebelum hal seperti ini terjadi. Mungkin sekarang McLaren harus membiarkan mereka bertarung tanpa intervensi, asal tetap dalam batas aman."
Menurut Brundle, satu-satunya cara untuk meredam potensi 'perang dingin' di dalam tim adalah memastikan keduanya tetap fokus menyelesaikan balapan, mengumpulkan poin, dan menghindari hukuman dari FIA - sekaligus menjaga performa mobil yang kini tengah disiapkan menuju musim 2026.