FIFA Perkenalkan FVS, Fitur Alternatif Pengganti VAR

Genvoice.id | 08 Oct 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Di tengah gelaran Piala Dunia U-20 yang berlangsung di Chile, FIFA meluncurkan sistem baru bernama Football Video Support (FVS), sebuah versi "ringan" dari VAR yang mulai diuji coba untuk mendukung keputusan wasit dengan cara yang lebih sederhana dan murah. Sistem ini dirancang untuk memperluas akses video review ke kompetisi yang belum memiliki infrastruktur VAR lengkap.

Singkatnya, FVS memungkinkan pelatih tim untuk mengajukan dua tantangan per pertandingan atas keputusan tertentu, misalnya gol, penalti, kartu merah langsung, atau kesalahan identitas pemain. Jika permintaan tantangan berhasil membalik keputusan, pelatih tidak kehilangan hak tantangan itu.

Berbeda dari VAR, FVS tidak mengandalkan tim video di ruang VOR (Video Operation Room) yang memantau seluruh permainan. Sebaliknya, ketika pelatih meminta review, wasit lapangan akan menyaksikan tayangan ulang dari kamera penyiar (kamera standar) melalui monitor samping lapangan.

Karena operasionalnya lebih sederhana, sistem ini membutuhkan lebih sedikit peralatan dan sumber daya. FIFA menyebut bahwa FVS bukanlah pengganti VAR, melainkan "pelengkap" yang memungkinkan liga dan asosiasi dengan keterbatasan anggaran bisa tetap menerapkan teknologi review video.

Di Piala Dunia U-20 Chile 2025, FVS sudah digunakan sebagai sistem pendukung keputusan di sejumlah laga grup. Selain U-20, FIFA juga merencanakan penggunaan FVS di turnamen U-17, termasuk Piala Dunia U-17, agar pengalaman sistem ini bisa dievaluasi lebih luas. Beberapa asosiasi anggota FIFA juga sudah mulai mempersiapkan trial lokal.

Meski FVS sudah digunakan dalam uji coba, FIFA menekankan bahwa VAR tetap sistem utama di level kompetisi top. FVS diharapkan menjadi pelengkap untuk memperluas keadilan dan akurasi di level bawah hingga menengah.

Jika fase uji coba ini berjalan mulus dan mendapat dukungan banyak pihak, FVS mungkin akan diusulkan ke IFAB (International Football Association Board) untuk diperluas ke kompetisi senior.

Sistem ini menawarkan janji bahwa teknologi video review tidak hanya milik liga besar dengan anggaran besar, melainkan bisa diakses oleh banyak level kompetisi sepak bola di seluruh dunia.