BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 8-10 Oktober 2025: Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah
JAKARTA, Genvoice.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada 8 hingga 10 Oktober 2025. Dalam keterangan resminya, BMKG meminta masyarakat untuk waspada terhadap hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Berdasarkan data dari situs resmi BMKG (bmkg.go.id), sejumlah provinsi masuk dalam kategori siaga cuaca ekstrem, termasuk Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, hingga Papua Barat.
Pada Rabu (8/10) sore, wilayah Kalimantan Timur sudah lebih dulu menerima peringatan spesifik: hujan deras disertai petir dan angin kencang diperkirakan berlangsung antara pukul 15.20 hingga 17.20 WITA. Sementara di pulau Jawa, potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi akan terjadi menjelang malam hari.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fajar Setiawan, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini disebabkan oleh kondisi atmosfer yang tidak stabil dan adanya pertemuan angin dari dua arah berbeda (konvergensi) di beberapa wilayah Indonesia.
"Saat ini sedang terjadi peningkatan aktivitas awan konvektif di sejumlah daerah. Hal ini menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, bahkan bisa disertai kilat dan angin kencang," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Selasa (7/10).
BMKG juga mencatat adanya pengaruh sistem cuaca global seperti gelombang Rossby dan Kelvin, yang memperkuat pembentukan awan cumulonimbus di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Awan inilah yang sering menjadi penyebab utama terjadinya badai petir dan hujan deras dalam waktu singkat.
Selain itu, suhu permukaan laut di sekitar perairan Indonesia yang relatif hangat turut mendukung pembentukan awan hujan dalam skala luas.
"Kondisi laut yang hangat membuat proses penguapan lebih cepat. Ketika bertemu udara dingin di lapisan atas, terbentuklah awan hujan pekat," tambah Fajar.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Hujan deras disertai angin kencang berpotensi menumbangkan pohon dan papan reklame, serta mengganggu lalu lintas.
BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi mereka di website www.bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG, dan media sosial @infoBMKG.
"Musim pancaroba masih berlangsung, jadi kondisi cuaca bisa berubah cepat. Kewaspadaan dan kesiapan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko," tutup Fajar.