Bantu Restrukturisasi, Danantara Suntik Rp30 Triliun ke Garuda Indonesia
JAKARTA, Genvoice.id - Dalam langkah strategis untuk menyelamatkan maskapai pelat merah yang tengah dalam tekanan keuangan, Danantara Asset Management (DAM) menyuntikkan dana sekitar US$1,84 miliar (setara Rp 30,4 triliun) ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Penambahan modal ini adalah bagian dari paket restrukturisasi finansial Garuda. Menurut keterbukaan informasi, dana tersebut akan digunakan untuk; 29% dari total digunakan sebagai modal kerja dan operasional perseroan, termasuk biaya perawatan dan perbaikan pesawat. 37% digunakan untuk memperkuat modal anak usaha, khususnya Citilink, agar mereka tetap dapat mendukung operasi dan beban perusahaan induk. 22% diperuntukkan ekspansi armada Garuda dan Citilink agar kapasitas dan jaringan bisa diperluas sesuai permintaan pasar.
Sementara itu, sisanya sekitar 12 % akan digunakan untuk kebutuhan pemenuhan kewajiban, seperti pembayaran atas utang bahan bakar pesawat Citilink terhadap Pertamina dari periode sebelumnya (2019-2021).
Dengan masuknya modal besar tanpa hak memesan pertama, bakal terjadi dilusi kepemilikan saham publik. Saat ini, publik memegang sekitar 27,46% saham Garuda. Setelah aksi ini, kepemilikan publik akan turun drastis menjadi hanya sekitar 5,03%.
Sementara itu, Danantara bakal memperkuat posisinya dari sekitar 64,54% menjadi sekitar 93,50% dari total saham Garuda.
Rencana ini akan dibingkai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2025, yang juga akan mencakup perubahan modal dasar, modal ditempatkan, dan pasal dalam Anggaran Dasar perusahaan.
Manajemen Garuda menyebut bahwa suntikan ini krusial untuk memperbaiki profil likuiditas, memperkuat struktur permodalan, dan menjaga kesinambungan operasi perusahaan.