Wamendag Sebut Ekspor Kopi Robusta Lampung Naik 69 Persen!
JAKARTA, Genvoice.id - Kopi robusta Lampung lagi-lagi mencuat sebagai pahlawan ekspor lokal. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti, menyampaikan bahwa ekspor kopi dari Lampung melonjak hingga 69 persen. Keberhasilan itu dibukukan usai upaya promosi, sinergi, dan dukungan infrastruktur yang digarap serius oleh pemerintah.
"Kami akan terus berperan untuk membantu meningkatkan performa ekspor komoditas yang ada di daerah. Sebab banyak sekali potensi ekspor yang dimiliki daerah," ujar Wamendag, dikutip dari Antara, Senin (8/9).
Wamendag juga menjelaskan bahwa pemerintah menggencarkan pemanfaatan jaringan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan atase perdagangan di 33 negara untuk memperluas akses produk unggulan daerah seperti kopi Lampung ke pasar global yang lebih luas. Yang utama ke negara-negara seperti Hong Kong, Malaysia, dan bermacam negara ASEAN.
"Kami mendorong daerah agar bisa memanfaatkan fasilitas ITPC dan atase perdagangan. Mereka bisa menjadi pintu gerbang produk lokal menembus pasar internasional," jelasnya.
Pencapaian ini bukan hanya angka kosong. Target ekspor nasional tahun ini ditetapkan tumbuh 7 persen, dan kopi robusta Lampung diproyeksikan menjadi salah satu penyokong utama untuk mencapai target tersebut.
Dari sisi produksi, Lampung menyumbang sekitar 21,28 persen dari total produksi robusta nasional dengan rata-rata produksi mencapai 117.000 ton per tahun. Salah satu provinsi penyangga kopi nasional, Lampung memang sering diandalkan sebagai batu pondasi dalam rantai ekspor.
"Kalau kopi Lampung bisa tumbuh 69 persen, ini menunjukkan potensi besar. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan konsistensi suplai," tambahnya.
Tentu saja, hasil gemilang seperti ini tidak datang secara tiba-tiba. Wamendag menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu kunci utama. Di Lampung, pihak Kemendag sudah duduk bersama pemerintah provinsi untuk menyelaraskan berbagai program ekspor, mulai dari penyediaan sertifikasi hingga proses promosi.
Upaya pemerintah juga menyentuh soal inovasi produk dan proses bisnis. Inovasi ini tidak hanya berlaku untuk kopi robusta Lampung, tetapi juga untuk komoditas ekspor lainnya, agar produk Indonesia selalu relevan dan kompetitif di pasar global.