Pernah Dikritik Soal Pernyataan Tanah, Nusron Wahid Tak Tersentuh Reshuffle Kabinet
JAKARTA, Genvoice.id - Meski nama Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, sempat menjadi sorotan karena pernyataan kontroversial seperti menyebut "tanah semuanya milik negara", Menteri senior ini mengejutkan publik karena justru tidak terkena reshuffle yang diumumkan Presiden Prabowo hari ini (8/9). Keberadaannya tetap di dalam kabinet dinilai oleh banyak pihak sebagai wujud kepercayaan presiden terhadap kepemimpinannya.
Dalam sebuah video klarifikasi yang diunggah di akun Instagram resmi Kementerian ATR/BPN pada 12 Agustus 2025, Nusron menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya tersebut. Ia menjelaskan bahwa maksudnya bukan merampas hak rakyat, melainkan menjelaskan bahwa negara hanya mengatur hubungan hukum antara rakyat sebagai pemilik tanah dengan tanahnya melalui sertifikat.
"Saya atas nama Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, kepada publik, kepada netizen atas pernyataan saya beberapa waktu yang lalu (terkait kepemilikan tanah) yang viral dan menimbulkan polemik di masyarakat dan memicu kesalahpahaman," ucap Menteri Nusron, dalam konferensi pers (12/8) lalu.
Lantas, mengapa Nusron tetap bertahan? Beberapa pengamat politik menilai presiden memberikan prioritas pada kinerja substansial dan loyalitas. Nusron dikenal tangguh dalam menjaga integritas pemanfaatan tanah produktif, seperti komitmennya memastikan lahan sawah tidak dikonversi sembarangan dan aturan agar lahan ganti memiliki produktivitas sama. Selain itu, ia juga menekankan bahwa regulasi targetnya adalah tanah-tanah HGU/HGB skala besar yang tidak produktif, bukan merugikan hak warga dengan sertifikat SHM.
Dari sisi pengalaman politik, Nusron juga dianggap memiliki kualitas loyalitas dan pengalaman panjang di pemerintahan, bahkan sempat menjabat sebagai anggota DPR dan pimpinan BNP2TKI. Menurut Indonesian Political Institute, Nusron telah terlibat konsolidasi efektif di akar rumput sehingga hal tersebut menjadikan aset penting bagi pemerintahan Prabowo. Meski sempat dipecat dari Golkar karena mendukung Jokowi di Pilpres 2014, ia kemudian kembali meraih posisi strategis di pemerintahan.
Dengan bertahan Nusron dalam kabinet ini, publik masih berharap kalau langkah-langkah yang ia ambil sebagai Menteri ATR/BPN selalu mengutamakan kepentingan rakyat.