Terobos Banjir! Jalan Raya Cipondoh Lumpuh Total, Warga Naik Delman dan Becak Demi Selamat
JAKARTA, GENVOICE.ID - Banjir besar masih merendam Jalan Raya Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, tepatnya di depan Perumahan Ciledug Indah hingga Selasa (8/7) siang.
Dilansir dari Antara, luapan Kali Angke yang tak kunjung surut membuat jalan utama ini lumpuh total dan tak bisa dilalui kendaraan.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa meski ada beberapa pengendara nekat mencoba melintas, kendaraan mereka justru mogok di tengah arus deras.
"Akses jalan masih belum bisa dilewati. Meski ada yang memaksa melintas, kendaraan secara mendadak mati," ujarnya.
Petugas Dinas Perhubungan pun telah menutup akses jalan untuk kendaraan roda empat. Sementara pengendara motor yang mencoba menembus banjir terpaksa berputar balik karena ketinggian air dan arus yang deras.
Kondisi ini membuat warga harus mencari alternatif transportasi yang tak biasa. Sejumlah warga terlihat menumpang becak, gerobak, hingga delman, demi bisa melintas banjir. Bahkan, jasa angkut dadakan ini mematok tarif Rp10 ribu per orang.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus dilakukan di kawasan Ciledug Indah.
"Kami masih fokus pada evakuasi warga demi keselamatan. Karena cuaca mulai panas, kita juga harus memperhatikan lokasi yang teduh agar kesehatan warga tetap terjaga meski rumahnya terendam," lanjut Mahdiar.
Pemerintah Kota Tangerang telah menurunkan lebih dari tujuh pompa portabel tambahan dan memaksimalkan 30 rumah pompa permanen yang tersebar di seluruh kota untuk menangani banjir.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzeini, mengatakan bahwa tim teknis dari dinasnya bekerja 24 jam bergantian untuk memastikan seluruh pompa air berfungsi maksimal. "Petugas kami terus memantau ketinggian air dan memastikan semua pompa, baik portabel maupun permanen, berjalan optimal," jelasnya.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri melintasi genangan yang masih tinggi. Pemerintah juga meminta agar warga segera mengungsi bila air terus naik.