Oasis Kembali Panas! Album Lama Melejit Usai Tur Reuni Dimulai
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kembalinya Oasis ke atas panggung lewat tur reuni yang dimulai di Cardiff, Inggris, langsung berdampak besar pada penjualan album mereka. Kompilasi singel "Time Flies… 1994-2009" tengah menuju posisi puncak tangga album resmi Inggris untuk pertama kalinya sejak dirilis tahun 2010.
Tak hanya itu, dua album klasik Oasis juga ikut merangsek ke atas. Album "(What's the Story) Morning Glory?" dari tahun 1995 diprediksi melesat ke posisi 3, sementara debut legendaris "Definitely Maybe" dari 1993 berpotensi naik ke posisi 4-naik 22 tingkat hanya dalam sepekan.
Namun, Oasis harus bersaing ketat dengan Sabrina Carpenter. Albumnya yang masih jadi favorit banyak pendengar, "Short n' Sweet", hanya terpaut sekitar 1.000 unit dari posisi nomor satu. Penampilannya di Hyde Park akhir pekan lalu turut mendorong penjualan album tersebut naik tajam.
Di sisi lain, grup rock Hard-Fi juga mencuri perhatian lewat edisi peringatan 20 tahun album debut mereka "Stars of CCTV", yang kini bersiap masuk lima besar.
Kae Tempest juga meraih momentum dengan "Self Titled", yang bisa menjadi album dengan pencapaian terbaik sepanjang kariernya. Sementara Claudia Brücken, mantan vokalis Propaganda, mengejar posisi 10 besar lewat karya terbarunya "Night Mirror".
Kesha tak ketinggalan. Album keenamnya yang unik berjudul "." (dibaca: Period) sedang menuju posisi 11, tertinggi sejak "Rainbow" menduduki posisi 4 pada 2017.
Album "Get to Heaven" dari Everything Everything juga kembali masuk radar berkat perilisan ulang edisi 10 tahun, sedangkan duo punk Big Special berpeluang debut di 40 besar lewat rilisan mengejutkan mereka "National Average".
Kembalinya Oasis dan geliat album lama mereka jadi bukti bahwa daya tarik era Britpop belum juga luntur-dan mungkin malah semakin kuat.