Kenalan dengan Metode LAMS dari Korea, Teknologi Sedot Lemak Tanpa Bius Total Makin Dilirik

Genvoice.id | 08 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Perkembangan teknologi bedah estetika terus menghadirkan inovasi baru yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan pasien. Salah satu metode yang kini mulai mendapat perhatian adalah Local Anesthetic Minimal-invasive Liposuction (LAMS), teknik penghilangan lemak yang diklaim lebih minim invasif dibandingkan prosedur sedot lemak konvensional.

Teknologi tersebut menjadi fokus utama dalam simposium ilmiah perdana bertajuk "LAMS Academy: LAMS, Liposuction, Body Contouring and Obesity" yang diselenggarakan oleh Akasia 365mc. Acara yang berlangsung pada 5-6 Desember 2025 di Mayapada Hospital Lebak Bulus, Jakarta, itu mempertemukan dokter bedah plastik dan praktisi estetika untuk membahas perkembangan terbaru dalam bidang body contouring.

LAMS merupakan teknologi yang dikembangkan oleh Akasia 365mc Global, perusahaan asal Korea Selatan yang dikenal bergerak di bidang pembentukan kontur tubuh atau body contouring. Berbeda dengan prosedur sedot lemak tradisional yang umumnya memerlukan anestesi umum, metode ini menggunakan anestesi lokal dan dirancang untuk meminimalkan jumlah sayatan pada tubuh pasien.

Presiden Direktur Akasia 365mc, dr. Gwendy Aniko, menjelaskan bahwa liposuction masih menjadi salah satu prosedur bedah estetika yang paling diminati masyarakat Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa prosedur tersebut bukanlah solusi instan untuk menurunkan berat badan.

Menurutnya, tujuan utama penghilangan lemak melalui liposuction adalah membantu membentuk proporsi tubuh serta menunjang gaya hidup sehat yang kini semakin banyak diterapkan masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai fungsi dan manfaat prosedur tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.

Melalui penyelenggaraan LAMS Academy, Akasia 365mc ingin menciptakan ruang bagi para tenaga medis untuk berbagi pengetahuan, mendiskusikan pengalaman klinis, sekaligus memperkuat landasan ilmiah terkait perkembangan teknologi liposuction modern.

Selama simposium berlangsung, peserta mendapatkan pembahasan mengenai berbagai aspek penting dalam prosedur body contouring, mulai dari anatomi jaringan lemak bawah kulit, pengelolaan risiko selama tindakan, hingga strategi untuk mencapai hasil estetika yang optimal. Topik mengenai keselamatan pasien dan tenaga kesehatan juga menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi.

Para dokter peserta juga memperoleh kesempatan mempelajari pengalaman tim medis Akasia 365mc yang telah menangani lebih dari 30.000 kasus liposuction. Selain itu, perusahaan turut memaparkan hasil studi internal terbaru yang menunjukkan efektivitas serta profil keamanan metode LAMS dibandingkan teknik sedot lemak yang lebih konvensional.

Akasia 365mc berharap inovasi yang mereka kembangkan dapat menjadi referensi baru dalam praktik body contouring di Indonesia sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan bedah estetika nasional. Ke depan, perusahaan juga menargetkan penerapan teknologi tersebut dapat terus berkembang secara global dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi komunitas medis maupun pasien.

Melalui kegiatan ilmiah seperti LAMS Academy, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan profesional mereka sehingga industri bedah plastik Indonesia semakin mampu bersaing di tingkat internasional.