Bukan Hanya Hantavirus, 5 Penyakit Berbahaya Ini Ternyata Bisa Menular dari Tikus
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tikus sering dianggap cuma hama rumah tangga yang menjengkelkan.
Padahal, di balik tubuh kecilnya, hewan ini bisa membawa berbagai penyakit berbahaya yang berisiko menular ke manusia.
Masalahnya, banyak orang baru sadar setelah dampaknya terasa. Padahal, paparan bisa terjadi tanpa disadari-mulai dari makanan yang terkontaminasi hingga udara yang terhirup dari lingkungan kotor.
Salah satu penyakit yang cukup sering dibahas adalah hantavirus. Virus ini menyebar melalui urine, kotoran, atau air liur tikus yang mengering lalu terhirup manusia. Gejalanya bisa dimulai dari demam dan nyeri otot, tapi dalam kondisi tertentu bisa berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru atau ginjal.
Selain itu, ada juga leptospirosis, penyakit akibat bakteri yang biasanya menyebar lewat air yang tercemar urine tikus. Penyakit ini sering muncul setelah banjir, ketika banyak orang terpapar air kotor tanpa perlindungan. Gejalanya mulai dari demam hingga komplikasi berat seperti kerusakan organ.
Penyakit lain yang tak kalah berbahaya adalah pes atau plague. Meski terdengar seperti penyakit zaman dulu, faktanya masih ada hingga sekarang. Penyakit ini ditularkan lewat gigitan kutu yang hidup di tubuh tikus, dan bisa menyebabkan infeksi serius jika tidak segera ditangani.
Tikus juga bisa menjadi penyebab salmonellosis, yaitu infeksi bakteri yang menyerang sistem pencernaan. Biasanya terjadi karena makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejalanya meliputi diare, mual, hingga demam.
Tak berhenti di situ, ada juga rat-bite fever atau demam akibat gigitan tikus. Sesuai namanya, penyakit ini muncul setelah seseorang digigit atau kontak langsung dengan tikus yang terinfeksi. Gejalanya bisa berupa demam, nyeri sendi, hingga ruam pada kulit.
Yang perlu diingat, penularan penyakit dari tikus tidak selalu harus melalui kontak langsung. Lingkungan yang kotor, makanan terbuka, atau ventilasi yang buruk bisa menjadi jalur masuk penyakit tanpa disadari.
Karena itu, menjaga kebersihan rumah jadi langkah paling sederhana tapi penting. Menutup makanan, membuang sampah dengan benar, dan memastikan tidak ada celah bagi tikus untuk masuk bisa mengurangi risiko secara signifikan.