Peringati Hari Kartini, Kemendikdasmen Luncurkan Sayembara untuk Anak!

Genvoice.id | 08 Apr 2026

Dalam rangka menyambut Hari Kartini pada 21 April 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Penguatan Karakter menghadirkan Sayembara CERDIK (Cerita Anak Indonesia tentang Ibu Kartini). Program ini menjadi ruang ekspresi bagi pelajar untuk memahami dan menerjemahkan nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam bentuk karya kreatif.

Sayembara ini tidak sekadar lomba biasa, tetapi juga upaya mendorong siswa untuk berpikir kritis dan reflektif. Peserta diberi kebebasan mengekspresikan ide sesuai minat dan bakat, mulai dari karya berbasis performa hingga tulisan yang menggugah pemikiran. Untuk jenjang usia dini hingga sekolah dasar, karya disajikan dalam bentuk video seperti membaca puisi atau monolog. Sementara itu, peserta tingkat SMP hingga SMA diarahkan untuk menuangkan gagasan dalam bentuk esai yang runtut dan argumentatif.

Kesempatan mengikuti sayembara ini terbuka luas bagi seluruh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA atau sederajat, termasuk sekolah luar negeri Indonesia. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti status sebagai Warga Negara Indonesia serta terdaftar sebagai peserta didik aktif yang dibuktikan dengan identitas resmi seperti NISN atau kartu pelajar.

Pendaftaran telah dibuka sejak 4 Maret dan ditutup pada 5 April 2026. Seluruh proses dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang telah disediakan panitia. Peserta cukup membuat karya sesuai ketentuan, mengunggahnya ke media sosial, lalu melengkapi formulir pendaftaran dan dokumen administrasi.

Menariknya, sayembara ini tidak dipungut biaya alias gratis. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim satu karya atas nama individu. Hal ini mendorong orisinalitas serta tanggung jawab penuh atas karya yang dibuat.

Dari sisi apresiasi, panitia menyediakan total hadiah mencapai Rp40 juta. Sepuluh karya terbaik di setiap jenjang pendidikan akan mendapatkan hadiah masing-masing Rp1 juta serta sertifikat penghargaan. Ini menjadi motivasi tambahan bagi siswa untuk menampilkan karya terbaik mereka.

Melalui sayembara ini, peringatan Hari Kartini tidak lagi hanya dipahami sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk menumbuhkan kreativitas, keberanian berpendapat, dan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Semangat Kartini pun hadir kembali dalam bentuk yang lebih relevan dengan generasi masa kini-bukan hanya dikenang, tetapi juga dilanjutkan lewat karya dan gagasan.