Mantan Istri Sebut Karakter Umma Nussa Rara Terinspirasi dari Selingkuhan Sang Kreator, Netizen: Keluarga Gundik?
JAKARTA, GENVOICE.ID -Skandal perselingkuhan yang melibatkan kreator Nussa Rara, Aditya Triantoro, kini menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Mantan istrinya, Annisa Hadiyanti, mengungkap sisi gelap di balik produksi animasi favorit anak-anak tersebut, termasuk dugaan bahwa karakter 'Umma' terinspirasi dari selingkuhan sang kreator.
Di tengah proses hukum harta gana-gini yang masih bergulir, pengakuan ini memicu gelombang kekecewaan dari para orang tua yang selama ini mengidolakan tayangan tersebut sebagai tuntunan moral.
Fakta Mengejutkan di Balik Karakter 'Umma'
Annisa, yang juga merupakan salah satu co-founder dan mantan komisaris di perusahaan animasi tersebut, mengaku menemukan bukti melalui pesan singkat di tahun 2018. Dalam percakapan tersebut, Aditya disebut secara terang-terangan menyatakan bahwa inspirasi sosok Umma berasal dari Sabrina.
"Katanya Umma itu terinspirasi dari situ (selingkuhannya). Tapi saya tidak tahu apakah itu jujur dari hati atau sekadar rayuan dia kepada perempuan tersebut," ungkap Annisa dalam sesi wawancara.
Perceraian dan Konflik Perusahaan
Setelah 11 tahun membina rumah tangga dan membangun perusahaan bersama dari nol, Annisa mengaku diceraikan secara sepihak dengan alasan yang dianggapnya tidak masuk akal. Tak hanya kehilangan suami, Annisa juga diberhentikan dari posisinya di perusahaan yang ia rintis bersama.
Saat ini, perjuangan Annisa masih berlanjut di ranah hukum. Ia tengah menempuh proses Kasasi terkait pembagian harta gana-gini, termasuk kepemilikan aset perusahaan animasi yang memproduksi Nussa Rara tersebut.
Reaksi Keras Netizen di Media Sosial
Kabar ini sontak memicu beragam reaksi negatif dari warganet, mengingat konten Nussa Rara selama ini sangat identik dengan nilai-nilai agama dan pesan moral bagi anak-anak. Banyak orang tua merasa kecewa setelah mendengar latar belakang pembuatan karakter utama dalam animasi tersebut.
Salah satu komentar di platform media sosial menunjukkan kekecewaan yang mendalam: "Jadi selama ini aku sama anakku nonton keluarga gundik?" tulis seorang netizen di Threads, mencerminkan rasa menyesal karena merasa tertipu oleh citra religius yang ditampilkan di layar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Aditya Triantoro maupun manajemen produksi Nussa Rara belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang disampaikan oleh Annisa Hadiyanti.
Kontroversi ini menjadi pengingat bagi publik mengenai pentingnya integritas di balik layar sebuah karya yang menjadi rujukan bagi generasi muda. Bagaimana tanggapan Gen mengenai dampak isu pribadi kreator terhadap nilai sebuah karya seni?