Usai Gulingkan Venezuela, Donald Trump Bidik 3 Negara Ini Jadi Target Selanjutnya, Mana Saja?

Genvoice.id | 08 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Baru saja sehari setelah militer Amerika Serikat (AS) menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Donald Trump sudah membuat kegaduhan baru.

Nggak main-main, Donald Trump bersama Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memberikan sinyal kalau mereka tidak bakal berhenti di Venezuela saja.

Ada tiga wilayah yang sekarang sudah masuk radar incaran Washington, di antaranya ada Greenland, Kuba, dan Kolombia.

Penasaran kenapa negara-negara ini disenggol? Yuk, kita bedah satu-satu di bawah ini!

  1. Greenland: Ambisi Beli Wilayah Denmark

Trump balik lagi dengan ide lamanya, ingin mengambil alih Greenland. Alasannya karena keamanan nasional, hal ini karena menurut Trump, China dan Rusia sudah mulai "main" di sana dengan kapal-kapal mereka.

  • Respon Denmark: PM Denmark, Mette Frederiksen, langsung tegas mengatakan kalau Greenland tidak untuk dijual! Dia meminta AS berhenti mengancam sekutu sendiri.
  • Vibe Panas: Mantan pejabat Trump bahkan sempat post foto Greenland pakai bendera AS dengan caption "SOON".
  1. Kuba: Target Tekanan Ekonomi & Politik

Kuba ini kan sahabat kentalnya Venezuela. AS menuduh kalau selama ini Maduro dijaga dengan intelijen Kuba, bukan pengawal asli Venezuela.

  • Efek Domino: Begitu Maduro tumbang, pasokan minyak murah untuk Kuba otomatis stop. Trump optimis mengatakan kalau Kuba bakal jatuh dan kalah telak karena krisis ekonomi yang bakal semakin parah.
  1. Kolombia: Urusan Narkoba yang Jadi Ultimatum

Nah, ini yang paling mengejutkan. Trump dengan terang-terangan menyerang Presiden Kolombia, Gustavo Petro. Dia menuduh Kolombia sebagai pusat produksi kokain global yang merusak Amerika.

  • Sanksi Berat: AS sudah memotong bantuan ke Kolombia dan memasukkan mereka ke daftar negara yang gagal kerja sama soal perang narkoba.
  • Opsi Militer: Ketika ditanya apa bakal ada operasi militer ke Kolombia seperti ke Venezuela, Trump hanya menjawab singkat: "Kedengarannya bagus buat gue."

Arah kebijakan luar negeri AS di tahun 2026 ini bener-bener makin agresif dan "seenaknya sendiri" (unilateral).

Trump bahkan bercanda menyebutkan bahwa kebijakannya ini sebagai "Doktrin Don Roe".

Dunia sekarang lagi nahan napas, Gen. Setelah Venezuela, apakah AS beneran akan nekat intervensi militer ke negara lain lagi?

Ini jelas akan merubah peta kekuatan dunia dan pastinya bakal memengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk kita di Indonesia.

Menurut kamu gimana, Gen? Apakah langkah AS ini demi keamanan dunia atau malah bikin dunia semakin tidak aman? Drop pendapat kamu di kolom komentar ya!