Trump Tarik AS Keluar dari Puluhan Organisasi Internasional dan PBB, Isu Iklim dan Hak Perempuan Jadi Korban!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Awal tahun 2026 dibuka dengan kabar yang sangat mengejutkan dari Washington D.C., Gen!
Presiden Donald Trump secara resmi menandatangani memorandum untuk menarik Amerika Serikat keluar dari puluhan organisasi internasional dan entitas PBB.
Kebijakan drastis yang dirilis pada 7 Januari 2026 ini menyasar lembaga-lembaga besar mulai dari isu perubahan iklim (IPCC), hak perempuan (UN Women), hingga badan energi terbarukan.
Langkah 'America First' yang sangat berani ini diprediksi bakal menghentikan aliran dana triliunan rupiah dan mengubah total peta geopolitik dunia secara permanen.
Apakah ini awal dari berakhirnya kerja sama global atau justru taktik Trump untuk memperkuat ekonomi domestik Amerika?
Yuk, kita bedah daftar lengkap organisasi yang 'dibuang' Trump dan dampaknya untuk masa depan kita, Gen!
Misi "America First" Kembali Beraksi
Trump nampaknya tidak mau basa-basi lagi di awal tahun 2026 ini. Lewat memorandum terbarunya, dia menginstruksikan seluruh jajaran menterinya untuk segera memutus hubungan dan menghentikan pendanaan ke berbagai lembaga dunia.
Alasannya simpel tapi tegas, organisasi-organisasi ini dianggap tidak sejalan lagi dengan kepentingan nasional Amerika Serikat.
Daftar Panjang yang "Dibuang": Dari Isu Iklim sampai Hak Perempuan
Tidak tanggung-tanggung, Gen, ada puluhan lembaga yang kena "cut". Beberapa yang paling berpengaruh di antaranya:
- Isu Lingkungan: AS keluar dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan kesepakatan iklim PBB lainnya. Artinya, AS akan jalan sendiri soal urusan lingkungan.
- Lembaga PBB: Nama besar seperti UN Women (kesetaraan gender), UN-Habitat, sampai UNFPA (kependudukan) masuk dalam daftar hitam.
- Energi Terbarukan: Lembaga seperti IRENA (International Renewable Energy Agency) juga ditinggalkan.
Efek Dominonya ke Indonesia Bagaimana?
Ini yang perlu kita waspadai. Kalau negara sebesar AS menarik diri dan stop memberikan dana, banyak program global yang akan pincang.
Program lingkungan hidup, bantuan untuk anak-anak di daerah konflik, sampai riset energi bisa terhambat.
Untuk kita di Indonesia, ini tandanya konstelasi politik dunia lagi bergeser. Trump ingin Amerika tidak lagi "mengurusi dunia" kalau tidak ada untungnya bagi mereka.
Langkah Berani atau Berbahaya?
Banyak pihak yang kaget karena proses penarikan ini diminta dilakukan secepat mungkin. Trump nampaknya ingin membuktikan kalau di periode ini, dia benar-benar serius untuk memangkas anggaran luar negeri dan fokus ke urusan domestik.
Dunia sekarang harus mulai belajar untuk tidak terlalu bergantung dengan dukungan "paman Sam".
Ini benar-benar definisi break-up massal paling besar di abad ini, Gen. Di satu sisi, AS ingin lebih mandiri, tapi di sisi lain, solidaritas dunia sedang diuji.
Apakah organisasi internasional ini tetap bisa bertahan tanpa AS? Kita lihat saja drama selanjutnya!
Gimana menurut kamu, Gen? Apakah langkah Trump ini keren karena berani tegas, atau justru egois karena meninggalkan isu-isu penting dunia? Share pendapat kamu di kolom komentar ya!