Proyek PLTSa Banten Dipercepat, Solusi Pemerintah Buat Atasi Krisis Sampah Tangsel Yang Gak Kelar-kelar!

Genvoice.id | 08 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar penting buat warga Banten yang sering pusing sama masalah tumpukan sampah di lingkungan sekitar, karena Pemerintah Provinsi Banten lagi gerak cepat buat menuntaskan masalah ini lewat teknologi canggih. Gubernur Banten, Andra Soni, baru saja mengumumkan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa sebagai senjata utama buat mengatasi konflik sampah antar wilayah yang makin sering terjadi. Langkah berani ini dipicu oleh kondisi darurat setelah pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan ke TPSA Cilowong di Kota Serang harus dihentikan sementara waktu. Keputusan mendadak ini tentu bikin pemkot Tangsel harus putar otak sampai akhirnya terpaksa membuang sekitar 200 ton sampah per hari ke wilayah Cileungsi, Bogor, sebagai langkah penyelamatan agar pemukiman warga nggak berubah jadi gunung sampah.

Situasi ini menunjukkan kalau ketergantungan antar wilayah dalam membuang sampah sudah masuk tahap kritis dan butuh solusi permanen yang lebih keren daripada sekadar pindah-pindah lokasi pembuangan. Andra Soni menegaskan bahwa sampah sekarang sudah jadi tantangan level nasional, sehingga pendekatannya nggak boleh lagi pakai cara lama, melainkan harus berbasis infrastruktur modern yang bisa mengubah limbah menjadi sumber energi listrik bagi masyarakat, Gen.

Dalam keterangannya di Kota Serang pada Kamis, 8 Januari 2026, Gubernur Andra Soni menjelaskan kalau Banten dapet jatah dua proyek PLTSa yang masuk dalam program strategis nasional. Fokusnya ada di dua titik besar, yaitu wilayah Tangerang Raya dan Serang Raya.

"Pertama, terkait dengan sampah, seperti kita ketahui bersama, ini menjadi permasalahan nasional. Salah satu solusinya adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah," kata Andra Soni.

Update Proyek Tangerang Raya dan Serang Raya

Buat kalian yang tinggal di area Tangerang, ada kabar baik karena kesiapan teknis di TPA Jatiwaringin sudah hampir mencapai garis finish. Progresnya sudah menyentuh angka 95 persen dan rencananya bakal segera dilakukan rapat koordinasi lanjutan buat meresmikan operasionalnya dalam waktu dekat.

Sementara itu, buat wilayah Serang Raya, prosesnya masih butuh sedikit waktu ekstra. Fokus utama di Serang saat ini adalah memenuhi syarat lahan dan jumlah pasokan sampah yang dibutuhkan agar memenuhi standar nasional.

"Kedua adalah wilayah aglomerasi Serang Raya. Untuk Serang Raya ini diperkirakan sekitar Agustus. Yang harus dipersiapkan oleh Cilowong adalah kesiapan lahan dan juga kuota sampahnya. Jumlah sampahnya belum mencukupi untuk dilaksanakan program prioritas nasional PSN," ujar Andra menjelaskan kendala teknis yang sedang dihadapi.

Pentingnya Mengubah Perilaku dari Rumah

Gubernur juga mengingatkan kalau kehadiran teknologi mahal kayak PLTSa ini nggak bakal sukses tanpa dukungan dari kita semua sebagai masyarakat. Pengelolaan sampah yang bener harusnya dimulai dari skala paling kecil, yaitu rumah tangga masing-masing. Menurutnya, kita nggak bisa selamanya mengandalkan solusi darurat antar daerah yang seringkali menimbulkan gesekan sosial di lapangan.

"Maka, kita berusaha bersama-sama bagaimana permasalahan sampah ini bisa diatasi, termasuk juga mengubah perilaku masyarakat. Gerakan mengubah perilaku masyarakat bahwa pengelolaan sampah ini harus dimulai dari rumah tangga," katanya lagi.

Target akhirnya sudah jelas, Pemprov Banten pengen PLTSa ini jadi solusi abadi yang nggak cuma ngurangin gunungan sampah di TPA, tapi juga menghasilkan listrik secara mandiri. Langkah ini jadi sangat relevan sekarang, apalagi setelah Kota Serang harus melakukan evaluasi dampak lingkungan di TPSA Cilowong yang bikin kiriman sampah dari Tangsel terhenti. Dengan adanya PLTSa, diharapkan setiap daerah di Banten bisa lebih mandiri dan profesional dalam mengurus sampahnya sendiri tanpa harus bikin repot daerah tetangga, Gen!

Menurut Gen, apakah dengan adanya pembangkit listrik tenaga sampah ini bakal bikin kamu jadi makin semangat buat mulai memilah sampah dari rumah biar proses pengolahannya makin lancar?