Populasi Penguin Afrika Terancam Punah Total di Alam Liar Sebelum Tahun 2035, Studi Baru Ungkap 62 Ribu Ekor Mati Karena Ikan Sarden Hilang!

Genvoice.id | 07 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, ada kabar sangat mengkhawatirkan dari dunia satwa liar. Penguin Afrika, spesies lucu yang hidup di pesisir Afrika Selatan, diprediksi menghadapi situasi yang sangat kritis: kelaparan massal yang bisa menyebabkan populasinya menurun drastis hingga ambang kepunahan. Peringatan serius ini muncul dari sebuah studi terbaru yang mengungkap betapa parahnya krisis makanan yang mereka alami.

Riset yang mengejutkan ini dilakukan oleh tim peneliti internasional yang terdiri dari Departemen Kehutanan, Perikanan, dan Lingkungan Hidup Afrika Selatan bersama Universitas Exeter Inggris. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Ostrich pada Jumat (5/12) lalu ini menegaskan bahwa burung laut yang seharusnya dilindungi ini kini berada di ambang kepunahan.

Data yang ada menunjukkan betapa cepatnya penurunan drastis ini. Pada tahun 2023, jumlah penguin Afrika tercatat untuk pertama kalinya turun menjadi kurang dari 10.000 pasangan yang berkembang biak. Angka yang mengkhawatirkan itu membuat IUCN (International Union for Conservation of Nature) menetapkan spesies ini sebagai "sangat terancam punah" pada tahun 2024. Bahkan, beberapa lembaga konservasi memperkirakan bahwa Penguin Afrika bisa punah di alam liar pada tahun 2035 jika kondisi lingkungan dan ketersediaan pangan tidak berubah total.

62 Ribu Ekor Mati di Dua Pulau Utama

Studi tersebut secara khusus menyoroti dua koloni perkembangbiakan terbesar yang berada di dekat Cape Town, yaitu Pulau Dassen dan Pulau Robben. Hasil analisis di dua lokasi bersejarah ini sangat mengejutkan.

Peneliti memprediksi bahwa, di dua pulau tersebut, sekitar 95 persen penguin yang berkembang biak pada tahun 2004 diprediksi mati hanya dalam waktu delapan tahun setelahnya! Penyebab utamanya? Minimnya makanan.

Richard Sherley dari Universitas Exeter menjelaskan data dramatis ini.

"Selama 2004 hingga 2011, stok ikan sarden di lepas pantai barat Afrika Selatan secara konsisten berada di bawah 25 persen dari jumlah puncak populasinya dan hal ini tampaknya telah menyebabkan kekurangan makanan yang parah bagi penguin Afrika, menyebabkan matinya sekitar 62.000 ekor (penguin) yang berkembang biak," ujar Sherley.

Sarden Menghilang Akibat Perubahan Iklim

Sarden adalah makanan utama dan sumber energi esensial bagi Penguin Afrika. Namun, data menunjukkan bahwa perubahan suhu laut dan tingkat salinitas (kadar garam) perairan telah menyebabkan pemijahan sarden gagal, yang berujung pada penurunan stok ikan sarden secara tajam. Inilah inti dari krisis pangan ekstrem yang dialami penguin.

Penelitian ini menganalisis perkembangan populasi dari tahun 1995 hingga 2015 di Pulau Dassen dan Robben. Dulu, kedua lokasi ini merupakan koloni yang sangat penting secara historis.

"Kedua lokasi ini merupakan dua koloni perkembangbiakan yang paling penting secara historis, memiliki sekitar 25.000 di Pulau Dassen dan sekitar 9.000 di Pulau Robben pasangan penguin yang berkembang biak di awal 2000-an," kata Azwianewi Makhado dari Departemen Kehutanan, Perikanan, dan Lingkungan Hidup Afrika Selatan.

Masalah penurunan populasi ternyata tidak hanya terjadi di dua pulau tersebut, melainkan secara global. Sherley mencatat bahwa secara keseluruhan, populasi Penguin Afrika mengalami pengurangan hingga hampir 80 persen dalam 30 tahun terakhir.

Universitas Exeter menambahkan bahwa temuan yang mengejutkan dan dramatis ini harus menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah dan lembaga konservasi untuk segera merancang strategi perlindungan yang jauh lebih efektif agar Penguin Afrika bisa bertahan dalam jangka panjang dan terhindar dari kepunahan massal.

Gen, menurut kalian, langkah perlindungan paling mendesak apa yang harus diambil untuk menyelamatkan Penguin Afrika ini?