Waspada! Ini Bahaya Memaksa Mobil Jalan Saat Ban Kempes
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah nggak sih, Gen, kamu tetap nyetir meskipun ban mobil udah terasa kempes? Kadang karena buru-buru atau lokasi tambal ban jauh, banyak pengemudi akhirnya nekat jalan. Padahal, kebiasaan ini bisa berakibat fatal, lho. Mulai dari kerusakan pada ban, velg, sampai bikin mobil susah dikendalikan di jalan.
Ban punya peran penting banget karena jadi satu-satunya bagian mobil yang langsung bersentuhan dengan aspal. Tekanan udara di dalam ban juga bukan sekadar angka, tapi menentukan kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan kamu di jalan. Kalau tekanan ban nggak sesuai, efeknya bisa ke mana-mana.
Salah satu risiko paling parah dari memaksa mobil jalan dengan ban kempes adalah kerusakan struktural pada ban itu sendiri. Dinding ban yang menekuk karena tekanan rendah bisa bikin kawat baja di dalamnya patah atau lepas. Begitu rusak dari dalam, ban bisa pecah sewaktu-waktu tanpa peringatan.
Bukan cuma itu, velg mobil juga bisa kena imbasnya. Saat ban kempes, jarak antara velg dan aspal makin tipis. Kalau kamu lewat jalan berlubang atau tidak rata, velg bisa penyok, retak, bahkan pecah. Kerusakan ini bukan cuma bikin tampilan mobil jelek, tapi juga bikin biaya perbaikan membengkak.
Bahaya lain yang sering diabaikan adalah menurunnya kendali kendaraan. Ban kempes bikin permukaan tapak ban nggak menempel sempurna ke jalan. Akibatnya, traksi berkurang dan mobil gampang tergelincir, terutama saat ngerem mendadak atau menikung di kecepatan tinggi. Ini yang sering jadi penyebab kecelakaan di jalan raya.
Selain itu, Gen, ban kempes juga bikin konsumsi bahan bakar makin boros. Karena gesekan meningkat, mesin harus kerja ekstra buat ngedorong mobil, otomatis bensin lebih cepat habis. Ditambah lagi, perjalanan jadi nggak nyaman karena getaran dari jalan bakal terasa lebih keras, setir terasa berat, dan mobil jadi limbung.
Kalau dibiarkan terlalu lama, ban juga bisa rusak permanen. Permukaan ban bisa jadi rata di satu sisi alias flat spot, dan karet bagian dalam bisa retak halus yang bikin ban nggak layak pakai lagi.
Makanya, mending cegah sebelum rusak parah. Biasakan cek tekanan ban minimal seminggu sekali atau sebelum perjalanan jauh. Pastikan juga kamu isi angin sesuai rekomendasi pabrikan - biasanya ada di stiker dekat pintu pengemudi. Kalau udah terlanjur kempes, jangan maksa jalan. Ganti pakai ban cadangan atau langsung ke bengkel terdekat.
Ingat ya, Gen, nyetir dengan ban kempes itu bukan cuma soal kenyamanan, tapi soal keselamatan juga. Lebih baik sedikit repot di awal daripada nyesel di akhir.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.