Saat Hujan Abu Vulkanik, Sebaiknya Jemur Baju di Mana? Ini Penjelasannya

Genvoice.id | 07 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Hujan abu vulkanik bukan hanya membuat kendaraan dan halaman rumah kotor. Pakaian yang sedang dijemur di luar rumah juga bisa terpapar partikel abu dan perlu mendapat perhatian khusus. Lantas, apakah baju yang terkena hujan abu vulkanik harus dicuci ulang?

Hujan abu vulkanik dapat menyebar ke wilayah yang cukup luas setelah terjadinya erupsi gunung api. Kondisi ini tentu dapat mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan mencuci dan menjemur pakaian.

Abu vulkanik juga berbeda dari debu rumah tangga biasa. Partikelnya dapat menempel pada berbagai permukaan, termasuk kain, lalu terbawa masuk ke dalam rumah.

Karena itu, menjemur pakaian di luar ketika terjadi hujan abu vulkanik sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.

Di Mana Sebaiknya Menjemur Pakaian Saat Hujan Abu?

Ketika hujan abu vulkanik terjadi, berada di dalam ruangan menjadi salah satu langkah yang dianjurkan untuk mengurangi paparan.

Hal yang sama dapat diterapkan pada pakaian yang baru selesai dicuci. Jika memungkinkan, pakaian sebaiknya dikeringkan di dalam rumah atau area tertutup agar tidak langsung terkena partikel abu yang terbawa udara.

Namun, kondisi setiap rumah tentu berbeda. Jika menjemur di dalam ruangan tidak memungkinkan, pakaian dapat ditempatkan di area luar yang memiliki perlindungan, misalnya di bawah kanopi atau atap.

Penutup tersebut dapat membantu mengurangi jumlah abu vulkanik yang langsung mengenai pakaian.

Baju Terkena Hujan Abu Vulkanik Saat Dijemur, Harus Dicuci Lagi?

Ini merupakan hal penting yang perlu diperhatikan.

Jika pakaian sedang dijemur kemudian terkena abu vulkanik,sebaiknya pakaian tersebut dicuci atau dibilas kembali sebelum digunakan.

Partikel abu yang menempel pada kain dapat ikut terbawa ke dalam rumah. Karena itu, jangan langsung memasukkan pakaian yang terpapar abu ke lemari atau menggunakannya.

Pakaian yang terkena abu dapat dibilas terlebih dahulu menggunakan air mengalir. Jika kondisinya cukup kotor, pakaian sebaiknya dicuci kembali menggunakan deterjen.

Setelah proses pencucian selesai, pastikan tidak ada sisa abu yang masih menempel sebelum pakaian dikeringkan menggunakan mesin pengering.

Hal ini penting karena partikel abu vulkanik dapat bersifat abrasif dan berpotensi menggores bagian dalam mesin pengering.

Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya?

Abu vulkanik bukan sekadar kotoran yang membuat pakaian terlihat kusam. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup.

Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti batuk dan iritasi pada tenggorokan. Pada kondisi tertentu, paparan juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Kelompok yang memiliki masalah pernapasan, termasuk penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), perlu lebih berhati-hati karena paparan abu dapat memperburuk kondisi tersebut.

Bukan Hanya Pernapasan, Mata dan Kulit Juga Perlu Dilindungi

Dampak abu vulkanik tidak hanya berkaitan dengan sistem pernapasan.

Partikel abu dapat menyebabkan mata terasa tidak nyaman atau mengalami iritasi. Kontak dengan kulit juga dapat menimbulkan gangguan pada sebagian orang.

Selain itu, abu vulkanik yang mencemari sumber air atau makanan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik.

Karena itu, saat terjadi hujan abu, menjaga kebersihan pakaian, makanan, air, dan lingkungan rumah menjadi langkah penting.

Tips Aman Menjemur Pakaian Saat Terjadi Hujan Abu Vulkanik

Agar pakaian tetap bersih dan aman digunakan, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

  • Utamakan menjemur pakaian di dalam ruanganselama kondisi hujan abu masih berlangsung.
  • Jika harus menjemur di luar, piliharea yang memiliki atap atau kanopi.
  • Jika pakaian terkena abu,jangan langsung digunakan atau disimpan.
  • Bilas pakaian menggunakanair mengaliruntuk menghilangkan partikel abu.
  • Jika pakaian terlihat sangat kotor,cuci kembali menggunakan deterjen.
  • Pastikan pakaian sudah bersih dari abu sebelum dimasukkan kemesin pengering.
  • Selama hujan abu berlangsung, kurangi aktivitas di luar ruangan dan lindungi saluran pernapasan.