Ini Jenis-Jenis Gunung Berapi di Indonesia dan Cara Letusannya yang Wajib Kamu Tahu!

Genvoice.id | 07 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Berada tepat di jalur Lingkaran Api Pasifik (Ring of Fire), Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia.

Deretan pegunungan ini tak hanya membentang indah, tetapi juga menyimpan potensi erupsi dahsyat yang sewaktu-waktu bisa mengguncang daratan. Namun, tahukah kamu bahwa gunung berapi yang ada di tanah air ternyata memiliki jenis, bentuk, dan karakteristik erupsi yang berbeda-beda? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Jenis-Jenis Gunung Berapi Berdasarkan Bentuk & Tipe Erupsi

Perbedaan karakter magma dan tekanan gas di dalam perut bumi membentuk berbagai struktur gunung berapi yang unik:

  1. Gunung Api Strato (Kerucut)

    • Ciri khas: Bentuknya menyerupai kerucut tinggi dengan lapisan lava dan abu yang berlapis-lapis (stratified).

    • Karakter Letusan: Memiliki tipe letusan campuran (eksplosif dan efusif) yang terjadi secara berulang.

    • Contoh di Indonesia: Sebagian besar gunung di Indonesia termasuk tipe ini, seperti Gunung Merapi, Gunung Semeru, dan Gunung Kerinci.

  2. Gunung Api Perisai (Shield Volcano)

    • Ciri khas: Memiliki alas yang sangat luas dengan lereng yang sangat landai, menyerupai bentuk perisai prajurit.

    • Karakter Letusan: Magmanya sangat cair dan mengalir deras (efusif) tanpa tekanan gas yang begitu tinggi, sehingga jarang memicu ledakan dahsyat.

    • Contoh di Indonesia: Tipe ini sangat langka di Indonesia dan lebih banyak ditemukan di kepulauan Hawaii (seperti Gunung Mauna Loa).

  3. Gunung Api Maar (Cincin/Kawah)

    • Ciri khas: Bentuknya cenderung pipih dengan kawah lebar di bagian puncaknya yang sering kali terisi air membentuk danau indah.

    • Karakter Letusan: Terbentuk akibat letusan dahsyat (eksplosif) yang biasanya terjadi sekali saja karena adanya kontak antara magma dan air tanah.

    • Contoh di Indonesia: Gunung Lamongan di Jawa Timur dan area kawah di Dieng.

Klasifikasi Gunung Berapi di Indonesia Menurut Keaktifannya

Selain bentuk fisiknya, pihak Vulkanologi Indonesia membagi tingkat keaktifan gunung menjadi 3 tipe utama:

  • Tipe A: Gunung yang pernah mengalami erupsi sejak tahun 1600 hingga sekarang (misal: Gunung Sinabung, Gunung Anak Krakatau).

  • Tipe B: Gunung yang belum pernah meletus lagi sejak tahun 1600, namun masih menunjukkan tanda-tanda keaktifan seperti pelepasan gas fumarol.

  • Tipe C: Gunung berapi yang sejarah letusannya tidak diketahui secara pasti dalam catatan sejarah, tetapi masih memiliki jejak lapangan aktivitas erupsinya di masa lalu.