Bukan Lagi Singapura dan Malaysia, Kenapa Tiongkok Jadi Pilihan Baru Pasien Kanker Indonesia?

Genvoice.id | 07 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pilihan masyarakat Indonesia untuk menjalani pengobatan ke luar negeri kini mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya Malaysia dan Singapura menjadi negara tujuan utama, Tiongkok atau China kini semakin banyak dilirik, terutama oleh pasien yang membutuhkan perawatan kanker.

Ketertarikan tersebut bukan tanpa alasan. Rumah sakit di Tiongkok menawarkan berbagai teknologi medis modern yang menggabungkan metode kedokteran Barat dengan pendekatan Pengobatan Tradisional Tiongkok atau Traditional Chinese Medicine (TCM).

Selain menawarkan teknologi pengobatan terbaru, rumah sakit kanker di China juga dinilai memiliki biaya yang lebih kompetitif dibandingkan sejumlah negara maju. Hal inilah yang membuat pasien dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai mempertimbangkan Tiongkok sebagai salah satu alternatif pengobatan.

Teknologi Minim Invasif Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu alasan pasien kanker memilih berobat ke Tiongkok adalah perkembangan teknologi pengobatan yang minim tindakan operasi besar. Berbeda dengan metode konvensional yang sering melibatkan pembedahan luas dan efek samping berat dari kemoterapi, sejumlah rumah sakit di China menawarkan terapi yang lebih terarah.

Teknologi tersebut bekerja dengan menargetkan sel kanker secara langsung tanpa banyak merusak jaringan sehat di sekitarnya. Beberapa metode yang banyak digunakan antara lain cryosurgery, NanoKnife, hingga terapi intervensi mikrovaskular.

Cryosurgery atau cryoablasi merupakan metode yang menghancurkan tumor dengan cara membekukan sel kanker menggunakan gas argon dan helium bersuhu sangat rendah. Setelah dibekukan, jaringan kanker akan dihancurkan melalui proses pencairan kembali secara terkontrol.

Selain itu, ada pula teknologi NanoKnife atau Irreversible Electroporation (IRE). Metode ini memanfaatkan energi listrik bertegangan tinggi untuk merusak membran sel kanker secara permanen, terutama pada lokasi yang sulit dilakukan operasi seperti kanker pankreas dan hati.

Sementara itu, terapi intervensi mikrovaskular dilakukan dengan memasukkan obat dalam dosis lebih kecil langsung ke pembuluh darah yang memasok nutrisi ke tumor. Cara ini bertujuan mengurangi efek samping berat yang sering dialami pasien saat menjalani kemoterapi.

Menggabungkan Teknologi Modern dengan Pengobatan Tradisional

Selain teknologi medis modern, beberapa rumah sakit di Tiongkok juga mengombinasikan pengobatan kanker dengan pendekatan tradisional. Metode Traditional Chinese Medicine (TCM) seperti penggunaan herbal dan akupunktur digunakan sebagai terapi pendukung selama proses pemulihan.

Pendekatan tersebut dipercaya dapat membantu mengurangi rasa nyeri, menjaga kondisi tubuh, serta mendukung daya tahan pasien selama menjalani pengobatan. Namun, terapi tradisional tetap dilakukan sebagai pendamping dan bukan pengganti utama pengobatan medis kanker.

Konsep kombinasi antara teknologi modern dan pengobatan tradisional menjadi salah satu keunikan sistem kesehatan di Tiongkok. Hal ini membuat banyak pasien asing tertarik mencari informasi lebih lanjut mengenai layanan kanker di negara tersebut.

Rumah Sakit Kanker di China yang Banyak Menjadi Rujukan

Sejumlah rumah sakit kanker di Tiongkok telah dikenal sebagai tujuan pasien internasional. Salah satunya adalah St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou yang menjadi salah satu pusat pengobatan kanker di wilayah China Selatan.

Rumah sakit tersebut dikenal menangani berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, paru-paru, serviks, dan nasofaring. Fasilitasnya juga telah mengembangkan layanan untuk pasien internasional dengan dukungan standar medis global.

Selain itu, Fuda Cancer Hospital Guangzhou juga menjadi salah satu nama yang sering dikaitkan dengan terapi seperti cryosurgery dan NanoKnife. Rumah sakit ini banyak menangani kasus tumor padat, termasuk pasien dengan kondisi yang cukup kompleks.

Untuk pasien dengan kanker darah seperti leukemia dan limfoma, GoBroad Healthcare Group menjadi salah satu jaringan layanan yang menyediakan terapi lanjutan seperti transplantasi sumsum tulang dan terapi sel CAR-T.

Biaya Pengobatan Kanker di China Disebut Lebih Kompetitif

Selain teknologi, faktor biaya juga menjadi pertimbangan pasien Indonesia yang mencari pengobatan kanker di luar negeri. Dibandingkan beberapa negara Barat, biaya pengobatan kanker di China disebut dapat lebih terjangkau.

Beberapa tindakan medis memiliki perkiraan biaya mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung jenis terapi dan kondisi pasien. Cryosurgery misalnya diperkirakan berada di kisaran Rp80 juta hingga Rp190 juta per sesi, sedangkan NanoKnife dapat mencapai sekitar Rp240 juta hingga Rp400 juta per tindakan.

Untuk terapi intervensi mikrovaskular, biaya dapat berkisar antara Rp56 juta hingga Rp112 juta per siklus. Sementara terapi proton yang menggunakan teknologi radiasi presisi memiliki estimasi biaya lebih tinggi, yaitu sekitar Rp560 juta hingga Rp800 juta.

Meski begitu, biaya tersebut tetap bergantung pada diagnosis, jumlah tindakan, lama perawatan, serta kebijakan masing-masing rumah sakit. Pasien juga perlu berkonsultasi terlebih dahulu untuk mendapatkan perkiraan biaya yang lebih akurat.

Layanan Pasien Indonesia Semakin Dipermudah

Bagi pasien asing, termasuk dari Indonesia, kendala bahasa dan administrasi sering menjadi kekhawatiran utama. Namun, sejumlah rumah sakit di China kini mulai menyediakan layanan khusus untuk membantu pasien internasional.

Pasien dapat melakukan konsultasi awal melalui telemedicine dengan mengirimkan dokumen medis seperti hasil CT Scan atau MRI. Dari data tersebut, dokter dapat memberikan gambaran awal mengenai pilihan terapi dan perkiraan biaya.

Beberapa fasilitas kesehatan juga menyediakan bantuan pengurusan visa medis, layanan penerjemah bahasa Indonesia, hingga pendampingan selama menjalani perawatan. Bahkan, beberapa rumah sakit telah menyediakan fasilitas makanan halal untuk pasien Muslim.

Dengan perkembangan teknologi medis, fasilitas yang semakin lengkap, serta biaya yang dinilai lebih kompetitif, Tiongkok kini menjadi salah satu negara yang mulai diperhitungkan dalam dunia wisata medis, khususnya untuk pengobatan kanker.

Meski demikian, keputusan menjalani pengobatan di luar negeri tetap perlu melalui pertimbangan matang. Pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter dan memastikan rumah sakit yang dipilih memiliki kredibilitas serta sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing.