Keren! Jerhemy Owen Gandeng WWF Sulap Lahan Sawit Ilegal di Aceh Kembali Jadi Hutan
JAKARTA, GENVOICE.ID -Kreator konten edukasi lingkungan, Jerhemy Owen, kembali mencuri perhatian publik lewat aksi nyata penyelamatan ekosistem hutan Sumatra.
Melalui gerakan bertajuk "Wenanam Sumatra", pemuda yang akrab disapa Owen ini berkomitmen untuk mengubah lahan bekas kelapa sawit ilegal menjadi hutan alam kembali. Langkah konservasi ini diambil setelah melihat maraknya alih fungsi lahan yang memicu berbagai bencana alam serta konflik satwa di kawasan hilir.
Bagi kamu yang peduli dengan isu lingkungan dan keberlanjutan, simak detail proyek reboisasi ambisius di kawasan Aceh ini untuk mengetahui dampak positifnya bagi masyarakat lokal dan kelestarian satwa liar.
Dalam salah satu unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Owen sempat melontarkan pertanyaan reflektif mengenai nasib masa depan lahan perkebunan sawit ilegal yang telah ditertibkan dan ditebang oleh pihak berwenang.
Guna mengembalikan fungsi ekologisnya, lahan bekas sawit tersebut akan ditanami ulang dengan ratusan ribu bibit pohon baru. Gerakan restorasi ini difokuskan di dua titik strategis di Provinsi Aceh, yaitu:
-
Kawasan Tenggulun, Aceh Tamiang: Memiliki target penanaman sebanyak 20.000 pohon di atas lahan hutan lindung seluas 10 hektar yang sebelumnya dikuasai perkebunan sawit ilegal.
-
CRU Das Peusangan, Bener Meriah: Memiliki target reboisasi berskala besar dengan menanam lebih dari 150.000 pohon baru.
Dalam menjalankan misi "Wenanam Sumatra" ini, Jerhemy Owen tidak bergerak sendiri. Ia menggandeng sejumlah organisasi konservasi terkemuka, seperti Forum Konservasi Leuser (FKL) dan WWF Indonesia, serta berkolaborasi langsung dengan Kelompok Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah VII di Tenggulun dan melibatkan masyarakat lokal.
Mengurangi Konflik Gajah dan Manusia Melalui Agroforestri
Owen menegaskan bahwa proyek ini mengusung konsep agroforestri. Jenis pohon yang dipilih tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan untuk mencegah bencana banjir, tetapi juga dirancang khusus demi keselamatan satwa liar, khususnya gajah Sumatra yang habitatnya kian terancam.
Area reboisasi tersebut diketahui merupakan jalur jelajah (home range) dari kawanan gajah liar. Oleh karena itu, tim di lapangan akan menanam varietas pohon tertentu yang tidak disukai oleh gajah.
Strategi ini diharapkan dapat menjadi pembatas alami (barikade) agar kawanan gajah tetap berada di dalam area hutan lindung dan tidak keluar menuju area permukiman warga, sehingga potensi konflik destruktif antara manusia dan gajah dapat diminimalisasi.
Langkah taktis yang diinisiasi oleh Jerhemy Owen bersama berbagai lembaga konservasi ini menjadi bukti nyata bahwa peran kreator konten generasi muda bisa membawa perubahan besar di dunia nyata.
Restorasi lahan sawit ilegal menjadi hutan kembali bukan sekadar proyek penghijauan biasa, melainkan investasi jangka panjang untuk memulihkan keseimbangan ekosistem, melindungi satwa dilindungi dari kepunahan, dan mengamankan ruang hidup yang harmonis bagi warga sekitar. Semoga gerakan "Wenanam Sumatra" ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta menjaga paru-paru hijau Indonesia.