Zayn Malik Sindir Rasisme di One Direction Lewat Cuplikan Lagu 'Fuchsia Sea'
JAKARTA, GENVOICE.ID - Zayn Malik kembali menyita perhatian publik setelah membagikan potongan lagu barunya yang menyuarakan pengalaman pribadinya saat masih tergabung dalam One Direction. Dalam unggahan di Instagram, Zayn memperdengarkan bagian dari lagu berjudul "Fuchsia Sea", yang mengandung kritik tajam terhadap perlakuan rasial yang ia alami selama bertahun-tahun di grup tersebut.
Lewat gaya rap yang tajam dan penuh metafora, Zayn mengungkap bahwa meski telah bekerja keras di grup yang mayoritas beranggotakan orang kulit putih, dirinya tetap menjadi sasaran ejekan karena latar belakang Asia yang dimilikinya. "Aku kerja keras di band kulit putih, tapi tetap ditertawakan karena aku Asia," begitu kira-kira isi lirik yang disampaikan dalam cuplikan tersebut.
Selain menyinggung soal rasisme, Zayn juga menyelipkan refleksi atas tekanan dan ketidakadilan yang ia hadapi saat berada di puncak popularitas bersama Harry Styles, Louis Tomlinson, Niall Horan, dan mendiang Liam Payne. Ia menyindir bagaimana dirinya terus memikul beban, sementara orang lain menikmati ketenaran.
Lagu "Fuchsia Sea" disebut akan dirilis dalam waktu dekat, namun belum diumumkan tanggal pastinya. Ini menjadi salah satu karya yang cukup personal bagi Zayn, terutama setelah ia mengenang 10 tahun kepergiannya dari One Direction beberapa bulan lalu.
Zayn memutuskan keluar dari grup pada 2015, dengan alasan ingin hidup lebih normal dan menemukan arah musik yang lebih sesuai dengan dirinya. Dalam beberapa kesempatan, ia juga pernah menyinggung ketegangan dalam dinamika persahabatan di dalam grup tersebut.
Lewat "Fuchsia Sea", Zayn tampaknya ingin membuka suara tentang sisi lain dari perjalanannya sebagai musisi, yang tak selalu glamor seperti yang terlihat di permukaan.