Lirik dan Makna Lagu ‘Kepala, Pundak, Kerja Lagi’ Sal Priadi, Sindir Keras Realita Dunia Kerja?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Penyanyi Sal Priadi kembali mencuri perhatian lewat lagu terbarunya yang berjudul Kepala, Pundak, Kerja Lagi. Lagu ini resmi dirilis pada 29 April 2026 sebagai original soundtrack film Monster Pabrik Rambut.
Sejak dirilis, lagu tersebut langsung menarik perhatian karena liriknya yang unik sekaligus penuh makna sosial. Tak hanya terdengar catchy, "Kepala, Pundak, Kerja Lagi" juga dianggap menyampaikan kritik tajam terhadap realitas kehidupan modern, khususnya soal dunia kerja dan tekanan sosial.
Jadi OST Film Monster Pabrik Rambut
Lagu ini dipilih sebagai soundtrack utama film Monster Pabrik Rambut, yang juga dikenal memiliki nuansa cerita unik dan satir.
Kehadiran lagu karya Sal Priadi dinilai cocok dengan atmosfer film karena sama-sama menyentuh isu sosial dengan pendekatan yang artistik dan simbolis.
Ditulis Langsung oleh Sal Priadi
Lirik "Kepala, Pundak, Kerja Lagi" ditulis sendiri oleh Sal Priadi. Dalam proses produksinya, ia bekerja sama dengan Attila Syah sebagai produser sekaligus penata musik.
Kolaborasi keduanya menghasilkan lagu dengan nuansa eksperimental namun tetap emosional dan mudah diingat.
Mengkritik Sistem Kerja Modern
Makna utama lagu ini dianggap sebagai kritik terhadap sistem kerja yang menuntut manusia terus produktif tanpa henti.
Pengulangan lirik seperti "kerja lagi, lagi, lagi" menggambarkan rutinitas monoton yang melelahkan. Lagu ini seolah merefleksikan kehidupan banyak orang yang terus bekerja demi mengejar janji kesejahteraan yang belum tentu nyata.
Sindiran tentang Janji dan Kekuasaan
Selain soal pekerjaan, lagu ini juga menyentil budaya penuh janji yang sering muncul dalam kehidupan sosial maupun politik.
Frasa "janji, janji, janji" menggambarkan bagaimana manusia sering diberi harapan tanpa kepastian. Hal ini membuat lagu terasa relevan dengan kondisi masyarakat modern saat ini.
Lirik Lagu "Kepala, Pundak, Kerja Lagi" - Sal Priadi
Kepala, pundak, kerja lagi, lagi, lagi
Lidah dan mulut umbar janji, janji, janji
Perutmu pasti akan kenyang dan terisi
Tapi kalau tak menurut, kau disingkirkan ke tepi
Tapi kalau tak menurut, kau disingkirkan ke tepi
Ditimang cara makmur dan berkecukupan
Janji-janji hidup yang lebih gemilang
Meski banyak tanda seru dan peringatan
Kepala, pundak, kerja lagi, lagi, lagi
Lidah dan mulut umbar janji, janji, janji
Lumbung berlimpah 'kan terjadi, 'kan terjadi
Tapi kalau tak menurut, kau disingkirkan ke tepi
Harap seberkas cahaya
'Tuk lepas dari belenggu
Cekik, cengkeram penuh geram
Bayang-bayang hitam
Bebas, bebas, aku ingin bebas
Lepas, lepas, di langit yang luas
Dan menari-nari, aku ingin bebas
Bebas, bebas, aku ingin bebas
Lepas, lepas, di langit yang luas
Dan menari-nari, aku ingin bebas
Aku ingin bebas
Aku ingin bebas
Aku ingin bebas
Aku ingin bebas
Kepala, pundak, kerja lagi, lagi, lagi
Lidah dan mulut umbar janji, janji, janji
Lumbung berlimpah 'kan terjadi, 'kan terjadi
Tapi kalau tak menurut, lenyap tak berbekas nanti
Kalau kau tak menurut, lenyap tak berbekas nanti
Atau mau menurut 'tuk jaya Raga Abadi