Ilmuwan Temukan Jalan Pintas ke Mars: Dari Total 3 Tahun Sekarang Hanya Memakan Waktu 5 Bulan Pulang-Pergi

Genvoice.id | 07 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Kabar mengejutkan datang dari dunia astronomi, di mana seorang ilmuwan Brasil temukan jalan pintas ke Mars secara tidak sengaja.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Astronautica ini memprediksi bahwa perjalanan Bumi ke Mars yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun, kini bisa dipangkas menjadi hanya 153 hari.

Dengan memanfaatkan geometri orbit asteroid, rute ini menawarkan efisiensi waktu luar biasa yang dapat mengubah masa depan misi antarplanet.

Simak bagaimana rute tercepat menuju Planet Merah ini ditemukan dan apa saja tantangan teknis yang harus dihadapi.

1. Penemuan yang Tidak Disengaja

Marcelo de Oliveira Souza dari State University of Northern Rio de Janeiro menemukan metode ini saat sedang mempelajari lintasan asteroid 2001 CA21 pada tahun 2015.

Menariknya, data yang menjadi kunci temuan ini awalnya sempat dibuang karena dianggap tidak akurat, sebelum akhirnya disadari menyimpan pola geometri untuk rute antarplanet yang sangat cepat.

2. Memangkas Waktu Secara Drastis

Dalam misi konvensional, astronaut harus menunggu jendela peluncuran setiap 26 bulan sekali demi menghemat bahan bakar. Namun, dengan perhitungan Lambert analysis yang mengikuti kemiringan orbital asteroid, durasi perjalanan bisa dipersingkat:

  • Keberangkatan: Diprediksi hanya memakan waktu 33 hari.

  • Durasi di Mars: Sekitar 30 hari untuk riset di permukaan.

  • Total Misi: 153 hari untuk perjalanan berangkat, menetap, dan pulang kembali ke Bumi.

3. Peluang di Tahun 2031

Berdasarkan perhitungan pada tiga jendela oposisi Mars (2027, 2029, dan 2031), tahun 2031 dinilai sebagai peluang paling realistis. Skenarionya adalah berangkat pada 20 April 2031 dan mendarat kembali di Bumi pada 20 September 2031.

4. Tantangan Teknologi Kecepatan

Meski secara matematis memungkinkan, rute tercepat ini membutuhkan kecepatan lepas landas sekitar 27 km/detik. Angka ini jauh melampaui rekor wahana New Horizons milik NASA (16,26 km/detik).

Ilmuwan berharap roket generasi masa depan seperti Starship (SpaceX) atau New Glenn (Blue Origin) dapat mewujudkan kecepatan ekstrim tersebut.

Ternyata, data yang sempat terbuang justru menjadi kunci pembuka gerbang menuju Planet Merah. Menurutmu, mampukah teknologi manusia mencapai kecepatan 27 km/detik untuk mengeksekusi rute ini dalam waktu dekat?