Hansi Flick Beri Komentar Tentang Barcelona di Liga Champions Usai Keputusan Wasit yang Kontroversial
JAKARTA, GENVOICE.ID - Barcelona harus menelan pil pahit usai tersingkir dramatis dari Liga Champions di tangan Inter Milan dalam laga semifinal yang menegangkan di San Siro, Rabu dini hari waktu setempat. Pertandingan berakhir dengan agregat 7-6 untuk Inter setelah perpanjangan waktu, namun sorotan utama justru tertuju pada sejumlah keputusan kontroversial sang wasit, Szymon Marciniak.
Dilansir dari Independent, pasukan Hansi Flick sempat tertinggal 2-0 di babak pertama, namun tampil luar biasa di babak kedua dengan mencetak tiga gol beruntun. Barcelona sempat membalikkan keadaan dan unggul secara agregat 6-5, menyentuh gerbang final pertama mereka dalam satu dekade terakhir.
Namun harapan itu pupus ketika Francesco Acerbi mencetak gol penyeimbang untuk Inter di menit-menit akhir, yang memaksa laga dilanjutkan ke babak tambahan. Kontroversi mencuat karena dalam proses gol tersebut, bek kiri Barca, Gerard Martin, mengklaim dirinya dijatuhkan. sesuatu yang diabaikan wasit.
Lebih dramatis lagi, di masa extra time, Davide Frattesi yang baru masuk dari bangku cadangan mencetak gol kemenangan untuk Inter, mengantar tim Italia itu ke final menghadapi pemenang antara Paris Saint-Germain dan Arsenal.
Keputusan wasit Marciniak yang berasal dari Polandia menjadi sorotan utama. Ia memberi penalti untuk Inter usai tinjauan VAR atas pelanggaran Pau Cubarsí terhadap Lautaro Martinez, meski dalam tayangan ulang terlihat kontak minimal. Ironisnya, penalti yang sempat diberikan untuk Barcelona justru dibatalkan setelah VAR menyatakan pelanggaran Henrikh Mkhitaryan terhadap Lamine Yamal terjadi di luar kotak penalti.
Tak hanya itu, pemain dan staf Barcelona juga melayangkan protes atas dugaan handball yang dilakukan Acerbi dan pelanggaran Denzel Dumfries terhadap Gerard Martin dalam proses gol penyeimbang yang memaksa perpanjangan waktu.
"Saya tidak ingin terlalu banyak bicara soal wasit, tapi setiap keputusan yang 50:50, selalu jatuh ke pihak Inter. Saya kecewa, tapi bukan kepada tim saya. Mereka sudah memberikan segalanya. Inilah sepak bola. Kami tersingkir, tapi musim depan kami akan kembali dan mencoba membuat para fans bangga," ujar Flick dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Flick menambahkan bahwa ia sudah menyampaikan pandangannya secara langsung kepada sang wasit, namun enggan membeberkan isi pembicaraan tersebut ke publik.
Barcelona sendiri kini harus mengalihkan fokus mereka ke LaLiga, di mana mereka tengah memimpin klasemen dan akan menghadapi rival abadi, Real Madrid, dalam El Clasico akhir pekan ini. Kemenangan akan memperlebar jarak empat poin menjadi tujuh, dengan hanya empat laga tersisa.
"Kami akan belajar dari ini. Ini adalah proses pembelajaran. Waktunya tidak banyak, tapi kami harus segera bangkit untuk laga berikutnya," tutup Flick.
Meski gagal meraih treble usai menjuarai Copa del Rey, Barcelona masih punya peluang besar menutup musim dengan gelar LaLiga dan membalas luka kekalahan di Eropa dengan kemenangan dalam El Clasico yang krusial.