China Diduga Mulai Pertimbangkan Dukungan untuk Iran di Tengah Konflik Timur Tengah

Genvoice.id | 07 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - China kemungkinan mulai beralih memberikan dukungan kepada Iran melalui bantuan finansial, suku cadang pengganti, serta komponen yang berkaitan dengan sistem rudal.

Hal tersebut dilaporkan oleh CNN pada Jumat (6/3), mengutip tiga sumber yang mengetahui perkembangan tersebut.

Menurut laporan tersebut, Beijing sejauh ini masih menghindari keterlibatan langsung dalam konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, para pejabat Amerika disebut sedang memantau sejumlah indikasi yang menunjukkan kemungkinan perubahan sikap dari China.

China diketahui merupakan pembeli utama minyak mentah Iran. Selain itu, Beijing juga disebut telah meminta Teheran untuk memastikan keamanan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Seorang sumber intelijen mengatakan kepada CNN bahwa China sangat berhati-hati dalam memberikan dukungan karena konflik yang semakin meluas berpotensi mengganggu ketahanan energi negara tersebut.

Dalam laporan yang sama, CNN juga menyebutkan bahwa Rusia diduga telah membagikan citra satelit dan informasi intelijen penargetan kepada Iran. Data tersebut disebut mencakup informasi mengenai posisi serta pergerakan pasukan Amerika Serikat. Hingga kini, Central Intelligence Agency (CIA) menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Pekan lalu, enam tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan drone Iran di Kuwait.

Sejak konflik memanas, Iran disebut telah meluncurkan ribuan drone serang serta ratusan rudal yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat, kedutaan besar, hingga sasaran sipil. Sebaliknya, serangan dari Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menghantam lebih dari 2.000 lokasi di wilayah Iran.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah serangan besar-besaran dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, serta sejumlah pejabat militer senior.

Iran kemudian membalas melalui serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta personel militer di berbagai wilayah Timur Tengah, termasuk beberapa kota di Israel. Eskalasi serangan tersebut dilaporkan masih terus meningkat.