3 Calon Pengganti Pep Guardiola di Manchester City, Ada Legenda Liverpool dan Arsenal

Genvoice.id | 07 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Masa depan Pep Guardiola bersama Manchester City kini berada dalam bayang-bayang ketidakpastian. Peluang perpanjangan kontrak sang pelatih disebut kian menipis, membuat spekulasi soal siapa penerusnya mulai menguat di berbagai media Inggris.

Menurut laporan Yahoo Sports, keputusan akhir Guardiola terkait kelanjutan kariernya di Etihad Stadium belum akan diumumkan dalam waktu dekat. Meski demikian, Manchester City dikabarkan tidak tinggal diam. Manajemen klub mulai menyusun rencana jangka panjang demi memastikan transisi berjalan mulus jika era Guardiola benar-benar berakhir.

Langkah ini menandakan City tidak sekadar berspekulasi, melainkan bersiap menghadapi kemungkinan perubahan besar di kursi pelatih. Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, disebut akan memegang peran sentral dalam proses pengambilan keputusan strategis, termasuk menentukan sosok manajer berikutnya.

Di sisi lain, Direktur Olahraga Hugo Viana dipercaya memimpin proses teknis pencarian pelatih baru. Mulai dari pemetaan profil hingga penyaringan kandidat, Viana bertanggung jawab memastikan sosok yang dipilih sesuai dengan identitas dan kebutuhan klub. Model ini mencerminkan pola kerja Manchester City yang terstruktur, dengan eksekutif puncak dan direktur olahraga berjalan beriringan.

Sejumlah laporan kemudian mengungkap bahwa Manchester City telah mengerucutkan kandidat pengganti Guardiola. Sports Illustrated menyebut adanya daftar pendek berisi tiga nama, yakni Xabi Alonso, Enzo Maresca, dan Cesc Fabregas. Ketiganya dinilai memiliki kedekatan filosofis dengan Guardiola, baik melalui pengalaman langsung maupun pendekatan taktik yang sejalan.

Fokus City bukan semata mencari nama besar, melainkan sosok yang mampu menjaga kesinambungan gaya bermain progresif yang telah dibangun hampir satu dekade terakhir.

Xabi Alonso menjadi nama yang paling sering disebut sebagai kandidat terkuat. Legenda Liverpool itu sukses besar bersama Bayer Leverkusen dan dianggap matang secara prestasi. Gaya kepelatihannya yang modern, fleksibel, serta seimbang antara penguasaan bola dan efektivitas serangan dinilai cocok dengan karakter Manchester City.

Sementara itu, Enzo Maresca memiliki keunggulan berupa pemahaman mendalam terhadap sistem City. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola dan dikenal menguasai filosofi permainan berbasis penguasaan bola. Pengalamannya melatih Leicester City memperlihatkan kemampuannya membangun tim yang disiplin dan efisien, sekaligus dekat dengan pemain muda.

Nama ketiga adalah Cesc Fabregas, legenda Arsenal yang kerap disebut sebagai opsi jangka panjang. Meski jam terbangnya sebagai pelatih kepala masih terbatas, Fabregas dikenal memiliki kecerdasan taktis tinggi sejak aktif sebagai pemain. Pendekatannya terhadap penguasaan bola dan transisi cepat dinilai sejalan dengan prinsip permainan Manchester City, meski sebagian pengamat menilai ia masih membutuhkan pengalaman di level tertinggi.

Dengan Khaldoon Al Mubarak berada di pusat pengambilan keputusan dan Hugo Viana memimpin proses seleksi, arah kebijakan Manchester City terlihat jelas. Tiga kandidat tersebut kemungkinan akan dinilai dari kombinasi prestasi, kesesuaian filosofi, serta kemampuan mengelola ruang ganti bertabur bintang.

Belum ada detail terkait paket gaji maupun biaya yang harus dikeluarkan klub. Namun satu hal mulai menguat, Manchester City tampak serius menyiapkan diri memasuki era baru, dengan atau tanpa Pep Guardiola di pinggir lapangan.