BTS Diduga Jadi Mesin Uang untuk Bayar Utang Triliunan Scooter Braun
JAKARTA, GENVOICE.ID - HYBE, raksasa industri hiburan Korea Selatan, kembali menjadi sorotan global setelah unggahan viral di forum TheQoo memicu gelombang kontroversi lama. Tuduhan mengejutkan muncul, profit BTS yang fantastis digunakan untuk melunasi utang pribadi Scooter Braun saat HYBE membeli perusahaan AS, Ithaca Holdings, pada 2021.
Investigasi media NewTamsa mengungkap detail yang memicu kemarahan publik. HYBE menyelesaikan akuisisi Ithaca senilai ₩1 triliun won (sekitar Rp11,7 triliun), namun laporan keuangan menunjukkan total pengeluaran naik menjadi ₩1,2 triliun won (sekitar Rp14,04 triliun).
Dari jumlah itu, sekitar ₩120 miliar won (sekitar Rp1,287 triliun) diduga digunakan untuk membayar utang Ithaca, termasuk pinjaman yang diambil Braun saat membeli hak master Taylor Swift. Meski Braun menerima sebagian hasil penjualan, sisa utang tetap menjadi tanggung jawab perusahaan yang kini dibeli HYBE.
Yang membuat kontroversi semakin panas adalah cara HYBE membiayai transaksi ini, 74 persen cadangan kas perusahaan dan tambahan pinjaman senilai ₩560 miliar won (sekitar Rp6,552 triliun). Mengingat BTS adalah sumber pendapatan utama, publik dan netizen menuding sebagian besar uang yang digunakan untuk membeli Ithaca berasal dari kerja keras dan prestasi boyband fenomenal tersebut.
NewTamsa bahkan melaporkan sudah mencoba menghubungi Bang Si Hyuk, pendiri dan chairman HYBE, namun pesan tersebut dibaca tanpa balasan.
Hal ini memicu reaksi keras penggemar dan netizen internasional.
"Apakah mereka menyembunyikan uang atau membuat dana gelap?"
"Aku penasaran ke mana uang yang BTS hasilkan sebenarnya pergi."
"Kim Beom Seok dari Coupang dan Bang Si Hyuk dari HYBE tampak seperti penjahat sejati. Semoga mereka berdua dipenjara."
"Ironisnya, yang diserang selalu fans muda… sementara perusahaan lol."
"Kapan Bang Si Hyuk akan dipenjara? Melihat perbuatannya, pantas dihukum berat."
Kontroversi ini membuka pertanyaan besar tentang praktik keuangan HYBE dan bagaimana perusahaan memanfaatkan pendapatan artis utama untuk ekspansi korporasi. Publik dan penggemar kini menuntut transparansi penuh, mempertanyakan apakah pencapaian global BTS benar-benar memberi keuntungan bagi mereka sendiri atau malah membiayai kepentingan pihak lain.