Berani Kritik Jalan Rusak, Pedagang Telur di Garut Malah Diintimidasi Keluarga Kades! Dedi Mulyadi Langsung Turun Tangan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Lagi-lagi suara rakyat kecil dibungkam dengan cara tidak senonoh. Niat hati ingin desanya maju, Holis Muhlisin, seorang pedagang telur keliling di Garut, justru harus menelan pil pahit usai mengkritik kondisi jalan rusak di wilayahnya.
Bukannya didengar, Holis Muhlisin malah diduga mendapat intimidasi hingga kekerasan fisik dari keluarga oknum Kepala Desa setempat.
Kasus ini pun mendadak viral dan memicu reaksi keras dari banyak pihak, termasuk Dedi Mulyadi (KDM) yang langsung pasang badan membela Holis Muhlisin.
Seperti apa kronologi lengkap aksi 'main hakim sendiri' yang menimpa pejuang aspal ini? Yuk, kita bedah bersama di bawah ini, Gen!
Berawal Curhat di Medsos
Kenalin nih Gen, namanya Holis Muhlisin (31), seorang pedagang telur keliling dari Desa Panggalih, Garut.
Setiap hari, Holis harus berjibaku lewat jalanan rusak parah demi mencari nafkah. Karena merasa jalanan itu menghambat ekonomi warga, dia pun memposting video kondisi infrastruktur desanya ke Facebook. Harapannya simpel: agar diperbaiki.
Kritik Berbalas Intimidasi
Bukannya mendapatkan apresiasi atau janji perbaikan, Holis justru dapat perlakuan kasar.
Gak tanggung-tanggung, yang datangi dia diduga keluarga inti Pak Kades, mulai dari istri sampai menantunya!
Holis mengaku dirinya dimaki-maki, bahkan sempat ditampar dengan istri Pak Kades. Ironisnya lagi, Holis justru dilaporkan ke polisi dengan dalih UU ITE oleh pihak desa. Padahal ia hanya ingin desanya maju, sedih ya Gen.
Dedi Mulyadi (KDM) Pasang Badan
Kabar ini langsung sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. KDM langsung mengundang Holis ke kediamannya untuk memberikan dukungan moral dan perlindungan.
KDM dengan tegas mengatakan kalau aparat harusnya lapang dada menerima kritik, bukannya malah main hakim sendiri.
Buntut dari kasus ini, KDM langsung mengeluarkan aturan supaya semua Kades transparan soal Dana Desa di medsos. Mantap, kan?
Audit Total dan Perbaikan Jalan
Gara-gara kejadian ini, Pemkab Garut tidak tinggal diam. Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, memerintahkan Inspektorat untuk mengaudit Dana Desa di wilayah tersebut.
Kabar baiknya untuk Holis dan warga sekitar, Pemkab Garut janji akan mulai memperbaiki jalan rusak di Desa Panggalih tahun 2026 ini.
Kejadian ini jadi pengingat kalau suara warga itu penting buat pengawasan pembangunan. Kritik itu bukan untuk menyerang pribadi, tapi untuk kemajuan bersama. Kalau sedikit-sedikit dilaporin atau diintimidasi, gimana kita mau maju, Gen?
Gimana menurut kamu? Apakah tindakan keluarga Kades itu keterlaluan atau Holis yang salah cara penyampaiannya? Diskusi di bawah yuk!