Hampir Separuh Populasi Bumi Aktif Bermain Instagram
JAKARTA, GENVOICE.ID - Instagram genap berusia 16 tahun pada Selasa (6/10/2026). Dalam perjalanan selama lebih dari satu dekade, platform yang awalnya dikenal sebagai aplikasi berbagi foto tersebut telah berkembang menjadi salah satu media sosial terbesar di dunia dengan 3 miliar pengguna aktif bulanan.
Instagram pertama kali diluncurkan pada 6 Oktober 2010 oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger. Pada awal kemunculannya, aplikasi tersebut tersedia untuk iPhone dan menawarkan konsep sederhana berupa berbagi foto dengan sejumlah pilihan filter.
Seiring bertambahnya jumlah pengguna, Instagram terus memperluas fitur yang ditawarkan. Platform tersebut kini tidak hanya digunakan untuk mengunggah foto, tetapi juga menyediakan Stories, Direct Message (DM), video, Reels, hingga sistem rekomendasi konten.
Pertumbuhan pengguna Instagram juga meningkat pesat. Berdasarkan laporan Reuters, Instagram pada September 2025 mengumumkan telah mencapai 3 miliar pengguna aktif bulanan secara global. Jumlah tersebut meningkat tiga kali lipat dibandingkan ketika Instagram mencapai 1 miliar pengguna pada 2018.
Dengan jumlah tersebut, pengguna aktif bulanan Instagram setara dengan hampir separuh populasi dunia. Angka itu menunjukkan besarnya perubahan Instagram dari aplikasi berbagi foto menjadi platform digital dengan jangkauan global.
Kepala Instagram Adam Mosseri mengatakan pertumbuhan tersebut dalam beberapa tahun terakhir terutama didorong oleh sejumlah fitur yang menjadi bagian penting dari aktivitas pengguna.
"Almost all of our growth has been driven by DMs, Reels, and recommendations," kata Mosseri dalam video Instagram yang dikutip TechCrunch, Selasa (6/10/2026).
Perubahan paling terlihat terjadi pada pola konsumsi konten di Instagram. Jika pada awal kemunculannya platform tersebut identik dengan foto berbentuk persegi dan berbagai filter, kini video pendek melalui Reels menjadi salah satu fitur utama yang digunakan pengguna.
Instagram juga mengalami perubahan besar setelah diakuisisi Facebook pada 2012 dengan nilai sekitar 1 miliar dolar AS. Akuisisi tersebut kemudian menempatkan Instagram di bawah naungan Meta dan mendukung ekspansinya sebagai platform global.
Memasuki usia ke-16, Instagram terus mengembangkan berbagai fitur untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan pengguna. Meta juga terus berinvestasi pada ekosistem kreator, termasuk melalui berbagai fitur dan program yang mendukung pembuatan serta distribusi konten.
Dengan 3 miliar pengguna aktif bulanan, Instagram kini telah jauh berbeda dari aplikasi sederhana yang diluncurkan pada 2010. Platform tersebut berkembang menjadi ruang digital yang mempertemukan pengguna, kreator, komunitas, dan pelaku bisnis dari berbagai negara.