Drama 4 Set! Jannik Sinner Lolos ke Final US Open Lawan Alcaraz, Reuni Panas Penentuan Gelar dan Ranking No.1 Dunia!

Genvoice.id | 06 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner kembali membuat sejarah! Ia memastikan tempat di final US Open 2025 usai menundukkan petenis Kanada Felix Auger-Aliassime dalam pertarungan sengit selama empat set: 6-1, 3-6, 6-3, 6-4, Jumat malam waktu setempat (Sabtu WIB).

Kemenangan ini tak hanya membawanya ke laga puncak Grand Slam terakhir musim ini, tapi juga menjadi kemenangan ke-300 sepanjang kariernya, tonggak prestasi luar biasa bagi petenis Italia berusia 24 tahun itu.

"Grand Slam adalah turnamen terpenting dalam musim kami. Kembali ke final di sini, dengan atmosfer seheboh ini, sungguh luar biasa," ujar Sinner, dikutip dari siaran ATP.

Meskipun skor set pertama terlihat dominan, laga semifinal ini jauh dari kata mudah. Sinner harus bekerja keras menangkis 9 dari 10 break point, terutama saat Felix tampil luar biasa di set kedua, di mana ia hanya kehilangan satu poin saat servis.

Di set ketiga, Sinner sempat menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan perut dan harus keluar dari lapangan untuk perawatan medis. Namun, ia tetap tenang dan hanya mencatat empat unforced error sepanjang set tersebut, jauh lebih efisien dibandingkan lawannya.

Drama berlanjut di set keempat ketika Sinner menghadapi lima break point dalam dua game servis pertamanya. Dalam reli-reli panjang yang memanas, Sinner tetap solid dan akhirnya merebut break penting yang membawanya unggul hingga akhir pertandingan.

"Pertandingan hari ini sangat sulit, tapi saya sangat senang. Felix bermain jauh lebih baik dari terakhir kali kami bertemu," katanya.

Di final nanti, Sinner akan bertemu rival beratnya, Carlos Alcaraz, dalam pertemuan kelima berturut-turut di partai final musim ini. Rivalitas ini kini telah menjadi salah satu duel paling panas dalam dunia tenis modern.

Alcaraz memimpin head-to-head dengan skor 9-5, dan telah mengalahkan Sinner di tiga final tahun ini: Roma, Roland Garros, dan Cincinnati (saat Sinner mundur karena sakit). Namun, Sinner berhasil membalas di final Wimbledon, menggagalkan Alcaraz meraih gelar lapangan rumput ketiga berturut-turut.

Pertandingan final nanti tak hanya menentukan juara US Open, tapi juga nasib peringkat nomor satu dunia.

Alcaraz saat ini memiliki keunggulan 1890 poin di ATP Live Race, dan jika menang di New York serta mengumpulkan tambahan poin dari ATP Finals di Turin, maka Sinner berpotensi kehilangan singgasana yang telah ia duduki selama 65 pekan beruntun.

Dengan tekanan setinggi ini, dan kualitas dua petenis yang sama-sama lapar gelar, laga ini dipastikan menjadi salah satu final Grand Slam paling ditunggu dalam beberapa tahun terakhir.