China Makin Dilirik Jadi Destinasi Operasi Plastik, Apa yang Membuatnya Berbeda dari Korea Selatan?

Genvoice.id | 06 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Selama bertahun-tahun, Korea Selatan dikenal sebagai destinasi utama operasi plastik di Asia. Namun belakangan, China mulai mencuri perhatian sebagai pilihan baru bagi pasien internasional yang menginginkan prosedur estetika dengan hasil lebih alami dan minim perubahan mencolok.

Popularitas industri estetika medis di China terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien dari berbagai negara. Selain menawarkan tenaga medis berpengalaman, banyak klinik di Negeri Tirai Bambu mengedepankan filosofi kecantikan yang berfokus pada penyempurnaan wajah tanpa menghilangkan karakter asli seseorang.

Berawal dari Pengalaman Pasien Korea Selatan

Salah satu pasien asal Korea Selatan, Lee So-hee, memilih terbang ke Hangzhou untuk menjalani operasi hidung setelah melihat hasil prosedur kecantikan perempuan China yang menurutnya tampak lebih alami.

Lee mengaku awalnya juga ingin menjalani prosedur pembentukan kontur wajah. Namun setelah melakukan konsultasi, dokter menyarankan agar ia tidak melakukannya karena kondisi tulang pipinya dinilai sudah sedikit asimetris.

Sebagai gantinya, dokter merekomendasikan prosedur pengencangan wajah nonbedah yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi wajahnya. Pendekatan tersebut membuat Lee merasa mendapatkan penjelasan yang lebih personal dibanding pengalaman konsultasinya sebelumnya.

Industri Estetika Medis China Terus Bertumbuh

Perkembangan industri estetika medis di China juga terlihat dari nilai pasarnya yang terus meningkat. Berdasarkan data riset pasar, sektor ini mencapai sekitar 311,5 miliar yuan pada 2023 dan diproyeksikan berkembang hingga sekitar 1,3 triliun yuan pada 2030.

Meningkatnya minat wisatawan asing turut tercermin dari transaksi layanan estetika medis menggunakan kartu bank luar negeri yang mengalami kenaikan signifikan selama libur Festival Musim Semi tahun ini.

Meski demikian, para pengamat menilai tren tersebut masih berada pada tahap awal. Korea Selatan masih dianggap sebagai pemimpin global dalam industri operasi plastik, sementara negara lain seperti Thailand dan Malaysia tetap menjadi pesaing dari sisi biaya layanan.

Filosofi Kecantikan "Less is More"

Salah satu faktor yang membuat China mulai diminati adalah filosofi kecantikannya yang mengusung konsep less is more. Pendekatan ini lebih menitikberatkan pada penyempurnaan penampilan tanpa mengubah identitas wajah secara drastis.

Berbeda dengan tren operasi plastik yang menghasilkan tampilan sangat sempurna atau menyerupai figur publik, banyak pasien di China kini justru menginginkan perubahan yang halus sehingga orang lain tidak menyadari bahwa mereka telah menjalani prosedur estetika.

Survei terhadap pengguna layanan kecantikan di China bahkan menunjukkan sebagian besar responden ingin mempertahankan karakter alami wajah mereka meski melakukan perawatan atau tindakan estetika.

Pasien Kini Mengutamakan Hasil yang Sulit Dikenali

Dokter spesialis estetika di Shanghai menyebut tren permintaan pasien juga mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya operasi hidung, kelopak mata ganda, atau pengencangan wajah menjadi prosedur favorit, kini banyak pasien lebih memilih hasil yang tampak natural.

Tujuan utama bukan lagi mengubah penampilan secara drastis, melainkan membuat wajah terlihat lebih segar, sehat, dan awet muda tanpa menimbulkan kesan telah menjalani operasi plastik.

Pendekatan tersebut membuat prosedur minimal invasif seperti skin booster, laser, ultrasound tightening, hingga suntikan estetika semakin banyak dipilih dibanding tindakan bedah besar.

Mengapa Pasien Asing Mulai Memilih China?

Shanghai menjadi salah satu kota yang paling banyak menerima pasien internasional untuk layanan estetika medis. Klinik-klinik di kota tersebut dikenal mampu memadukan standar medis internasional dengan pendekatan kecantikan yang tetap mempertahankan karakter wajah khas Asia.

Selain hasil yang natural, pasien asing juga mempertimbangkan pengalaman dokter, kualitas fasilitas, hingga biaya yang relatif kompetitif dibanding beberapa negara lain.

Sejumlah klinik melaporkan jumlah pasien dari Korea Selatan, Jepang, serta beberapa negara Asia Tenggara meningkat sekitar 10 hingga 20 persen dalam dua tahun terakhir. Meski begitu, mayoritas pasien masih berasal dari dalam negeri China.

Tren Masih Berkembang

Meski pertumbuhannya cukup menjanjikan, para analis menilai wisata estetika ke China masih berada pada tahap awal. Jumlah pasien asing memang meningkat, tetapi skalanya belum sebesar Korea Selatan yang telah lama menjadi pusat operasi plastik dunia.

Namun dengan meningkatnya reputasi dokter, berkembangnya teknologi medis, serta tren kecantikan yang mengutamakan hasil alami, China diperkirakan akan terus menjadi salah satu destinasi estetika medis yang patut diperhitungkan di kawasan Asia.