Arsenal Kalah dari Real Betis, Mikel Arteta Justru Dapat PR Besar di Lini Tengah

Genvoice.id | 06 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Arsenal menelan kekalahan perdana pada rangkaian pramusim 2026/2027 setelah takluk 1-3 dari Real Betis di Aviva Stadium, Dublin, Gen. Hasil ini sekaligus menghentikan tren positif The Gunners yang sebelumnya sukses membungkam Girona dengan skor telak 4-1.

Sejak awal pertandingan, pasukan Mikel Arteta kesulitan mengimbangi permainan agresif Real Betis. Tim asal Spanyol itu tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan yang dilakukan Arsenal.

Tiga gol Betis dicetak oleh Rodrigo Riquelme, Nelson Deossa, dan Pablo Fornals. Sementara satu-satunya gol balasan Arsenal lahir lewat Piero Hincapie.

Walau kalah, hasil ini belum menjadi alasan bagi Arsenal untuk panik. Justru, laga tersebut membuka beberapa masalah yang perlu segera dibenahi sebelum musim baru resmi dimulai.

Kepa Jadi Sorotan Usai Lakukan Dua Kesalahan

Salah satu pemain yang paling mendapat sorotan adalah Kepa Arrizabalaga.

Penjaga gawang Arsenal itu dinilai berperan dalam dua gol awal yang bersarang ke gawang timnya.

Gol pertama berawal dari kegagalannya mengantisipasi situasi sepak pojok yang kemudian dimanfaatkan Rodrigo Riquelme. Tak lama kemudian, kesalahan distribusi bola dari Kepa membuat Real Betis kembali menguasai permainan hingga Nelson Deossa melepaskan tembakan jarak jauh yang berbuah gol.

Penampilan tersebut membuat persaingan di posisi kiper diperkirakan semakin menarik. Apalagi, David Raya masih diproyeksikan menjadi pilihan utama ketika seluruh skuad sudah kembali lengkap.

Lini Tengah Masih Jadi PR Besar

Selain masalah di bawah mistar, Arteta juga mendapat pekerjaan rumah besar di sektor tengah.

Arsenal belum diperkuat beberapa gelandang utama yang masih menjalani masa pemulihan usai tampil di Piala Dunia 2026. Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Martin Odegaard belum bisa dimainkan sehingga Arteta harus mencoba komposisi berbeda.

Dalam pertandingan ini, Myles Lewis-Skelly dan Ethan Nwaneri dimainkan lebih ke tengah, sedangkan Kai Havertz diberi peran lebih menyerang.

Namun kombinasi tersebut belum mampu menciptakan keseimbangan permainan. Real Betis beberapa kali dengan mudah menembus lini tengah Arsenal dan menciptakan banyak peluang, terutama sepanjang babak pertama.

Minimnya tekanan terhadap pemain lawan membuat The Gunners kesulitan menghentikan serangan cepat yang dibangun tim asal La Liga tersebut.

Cedera Louie Copley Tambah Masalah

Laga ini juga membawa kabar kurang menyenangkan bagi Arsenal.

Pemain muda Louie Copley yang masuk pada babak kedua harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah mengalami cedera lutut.

Insiden itu terjadi ketika kakinya tersangkut rumput lapangan. Copley kemudian meninggalkan lapangan dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

Cedera tersebut menjadi pukulan bagi gelandang berusia 19 tahun itu yang sebelumnya berusaha memanfaatkan kesempatan tampil karena beberapa pemain senior masih belum tersedia.

Arteta Masih Punya Waktu Berbenah

Meski kalah, Arsenal sebenarnya belum tampil dengan kekuatan terbaik.

Selain David Raya, Rice, Zubimendi, dan Odegaard, The Gunners juga belum diperkuat Bukayo Saka serta Noni Madueke yang masih belum bergabung bersama skuad utama.

Karena itu, kekalahan dari Real Betis belum bisa dijadikan gambaran kekuatan Arsenal yang sesungguhnya.

Arteta masih memiliki tiga pertandingan pramusim untuk memperbaiki performa tim sebelum kompetisi resmi dimulai. Waktu tersebut akan menjadi kesempatan penting bagi Arsenal untuk menyempurnakan permainan dan mempersiapkan diri menghadapi musim 2026/2027 dengan kondisi yang lebih matang.