Tragis! Ibu Kandung Pulang ke Indonesia, Bayi 7 Bulan Tewas di Tangan Orang Tua Angkat di Malaysia

Genvoice.id | 06 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah kasus tragis mengguncang publik Malaysia! Seorang bayi perempuan berusia 7 bulan ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kawasan Bandar Sri Permaisuri, Cheras, Malaysia, pada Kamis (31/7/2025). Kasus ini langsung bikin geger netizen karena hasil autopsi mengungkap fakta yang bikin merinding!

Menurut info dari Penjabat Kepala Polisi Kuala Lumpur, Datuk Mohamed Usuf Jan Mohamad, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya retakan pada tengkorak sang bayi dan luka-luka parah di tubuh mungilnya. Luka tersebut diduga berasal dari kekerasan yang dilakukan berulang kali selama sebulan terakhir.

Yang bikin tambah pilu, penyelidikan mengungkap kalau si bayi malang ini sering sekali menangis, dan itu lah yang diduga memicu kemarahan sang ibu angkat hingga nekat melakukan kekerasan. Waduh, miris banget ya!

Diketahui, pasangan suami istri yang mengasuh bayi ini ditahan setelah bayi ditemukan dalam kondisi tak sadar di ruang tamu rumah mereka. Saat ditemukan, kulit si kecil sudah membiru dan ada banyak memar. Si suami awalnya menghubungi polisi sekitar pukul 21.34 malam, mengaku anak angkatnya tiba-tiba pingsan tanpa sebab yang jelas.

Ternyata, bayi itu baru diasuh oleh pasangan tersebut sejak 18 Juni 2025, karena ibu kandungnya pulang ke Indonesia. Nah, sejak saat itu, si kecil jadi tanggung jawab si ibu angkat yang sekarang jadi tersangka utama.

Polisi pun menahan wanita berusia 38 tahun dan suaminya yang 50 tahun. Mereka dijerat dengan Pasal 31(1)(a) Undang-Undang Anak 2001 Malaysia, yang berkaitan dengan perlindungan anak dari kekerasan dan pengabaian.

Yang makin bikin syok, ibu angkat si bayi juga positif narkoba setelah dites oleh pihak kepolisian. Waduh, makin panjang urusannya!

Kasus kematian tragis bayi 7 bulan di Cheras ini kembali membuka mata publik tentang pentingnya pengawasan terhadap pengasuhan anak, khususnya oleh orang tua angkat.

Tindakan kekerasan terhadap anak, apalagi yang berujung pada kematian, harus mendapat hukuman seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.

Saat ini, penyelidikan masih terus berjalan demi mengungkap detail lain dari kasus keji ini. Netizen pun berharap keadilan benar-benar ditegakkan untuk si bayi mungil yang tak berdosa.