Musisi Ramai-Ramai Cabut dari Spotify! Dugaan Investasi di Teknologi Perang Jadi Penyebab

Genvoice.id | 06 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kamu mungkin sering denger lagu favorit kamu di Spotify. Tapi tahu nggak sih, ada sejumlah musisi yang justru mutusin buat cabut dari platform itu? Dan alasannya cukup serius-soal perang dan teknologi militer.

Beberapa nama besar dari industri musik dunia memutuskan buat menghapus karya mereka dari Spotify. Keputusan ini muncul setelah terkuaknya kabar kalau Daniel Ek, bos sekaligus pendiri Spotify, ternyata berinvestasi ke perusahaan pertahanan yang mengembangkan teknologi drone militer berbasis kecerdasan buatan (AI).

Investasi itu dilakukan lewat perusahaan milik Ek, Prima Materia, yang udah dari tahun 2021 nyuntik dana ke perusahaan teknologi pertahanan asal Jerman bernama Helsing. Bahkan, baru-baru ini mereka nambah investasi sebesar 600 juta dolar AS, seperti dilaporkan oleh Financial Times.

Dilansir dari ANTARA, musisi pertama yang vokal menolak keterlibatan ini adalah King Gizzard & the Lizard Wizard, band asal Australia yang udah rilis puluhan album. Lewat unggahan di Instagram, mereka bilang, "Kami baru saja menghapus musik kami dari platform ini. Bisakah kami menekan para teknisi Dr. Evil ini untuk berkarya lebih baik? Bergabunglah dengan kami di platform lain."

Mereka bukan satu-satunya. Band Deerhoof juga menyatakan mundur dari Spotify dengan kalimat keras:
"Kami tidak ingin musik kami membunuh orang. Kami tidak ingin kesuksesan kami dikaitkan dengan teknologi pertempuran AI."

Lalu ada Xiu Xiu, band eksperimental dari Amerika, yang juga sedang dalam proses hapus katalog mereka. Meski butuh waktu karena kendala teknis, mereka udah kasih sinyal kuat buat cabut total.

Gak cuma individu, label musik juga ikut angkat kaki. Contohnya, Kalahari Oyster Cult, yang secara terbuka bilang:
"Kami tidak ingin musik kami berkontribusi atau menguntungkan platform yang dipimpin oleh seseorang yang mendukung alat perang, pengawasan, dan kekerasan."

Penyanyi folk Leah Senior juga sejak awal Juli udah menyatakan keluar dari Spotify.

Dan ini bukan pertama kalinya Spotify jadi sasaran kritik, Gen. Sebelumnya, platform ini juga disorot karena isu "artis hantu" dan pemanfaatan AI buat produksi musik, yang katanya bikin musisi asli makin sedikit dapat bayaran.

Jadi, bukan cuma soal musik. Ini soal nilai, prinsip, dan pilihan etis.
Sekarang pertanyaannya, apakah kamu masih mau dengerin musik di Spotify setelah tahu semua ini?