ElevenLabs Luncurkan Model AI Musik Komersial, Perluas Jangkauan di Luar Teks ke Suara
JAKARTA, GENVOICE.ID - ElevenLabs, startup unicorn yang dikenal luas dalam pengembangan teknologi audio berbasis AI, resmi meluncurkan model AI terbaru untuk menghasilkan musik,sebuah langkah ekspansi besar dari fokus utamanya selama tiga tahun terakhir yang berpusat pada teknologi text-to-speech dan alat terjemahan suara.
Dilansir dari Tech Crunch, dalam pengumuman resminya, perusahaan mengklaim bahwa musik yang dihasilkan oleh model AI barunya telah disetujui untuk penggunaan komersial. Klaim ini datang di tengah meningkatnya pengawasan terhadap bagaimana teknologi musik AI dilatih dan apakah konten yang digunakan melibatkan materi berhak cipta.
Sejak awal berdirinya, ElevenLabs telah memposisikan diri sebagai salah satu pemimpin di bidang sintesis suara berbasis teks, dan telah berkembang ke area bot percakapan serta terjemahan lintas bahasa secara otomatis. Peluncuran model musik ini menjadi langkah signifikan pertama perusahaan menuju ranah kreasi musik AI yang lebih luas.
Dalam presentasinya, ElevenLabs turut membagikan contoh musik yang dihasilkan oleh model mereka. Salah satunya menampilkan suara sintetis yang merapalkan lirik bergaya rap tentang perjuangan, ambisi, dan perjalanan dari "Compton to the Cosmos." Meski teknologinya mengesankan, banyak pihak menilai contoh tersebut cukup mengganggu, karena mencerminkan pengalaman hidup otentik dari musisi seperti Dr. Dre, N.W.A., dan Kendrick Lamar, pengalaman yang tentu tidak bisa direplikasi oleh sebuah sistem AI.
Peluncuran ini tidak terlepas dari tantangan besar yang saat ini menghantui industri AI musik: risiko hukum dan perizinan konten.
Tahun lalu, dua perusahaan AI musik lainnya, Suno dan Udio, digugat oleh Recording Industry Association of America (RIAA). Gugatan tersebut menuduh bahwa kedua startup tersebut melatih model AI mereka menggunakan materi berhak cipta tanpa izin, sehingga menimbulkan konflik dengan label-label besar.
Sebagai langkah antisipatif, ElevenLabs mengumumkan kemitraan baru dengan Merlin Network dan Kobalt Music Group, dua platform penerbitan digital terkemuka yang mewakili musisi independen dan label rekaman global.
Menurut informasi dari situs resmi Merlin, jaringan tersebut mewakili artis seperti Adele, Nirvana, Mitski, Carly Rae Jepsen, dan Phoebe Bridgers. Sementara Kobalt menaungi nama-nama besar seperti Beck, Bon Iver, dan Childish Gambino.
Namun demikian, detail mengenai isi dan cakupan lisensi kerja sama tersebut belum dipublikasikan, termasuk apakah karya artis-artis besar tersebut benar-benar digunakan dalam pelatihan model AI ElevenLabs.
Peluncuran ini menandai babak baru dalam persaingan teknologi AI di sektor kreatif, namun juga menggarisbawahi tantangan etik dan hukum yang semakin kompleks.
Di satu sisi, kemampuan AI untuk menciptakan musik secara instan membuka peluang baru bagi kreator konten, studio produksi, dan industri hiburan secara luas.
Seiring dengan meningkatnya tekanan dari regulator dan industri musik tradisional, keberhasilan ElevenLabs di ranah musik kemungkinan akan sangat ditentukan oleh seberapa transparan, etis, dan legal proses pelatihan serta penggunaannya.