Vozinha Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun yang Viral usai Bawa Cape Verde Cetak Sejarah
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Vozinha mendadak menjadi perbincangan dunia sepanjang Piala Dunia 2026. Kiper veteran berusia 40 tahun itu sukses membawa Cape Verde mencatat sejarah dengan lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak negara tersebut tampil di ajang sepak bola paling bergengsi itu.
Di balik penampilan gemilangnya, kisah Vozinha justru semakin menarik karena ia datang ke Piala Dunia tanpa memiliki klub. Status tersebut sempat membuat banyak pihak meragukan kemampuannya sebelum akhirnya membuktikan kualitas di atas lapangan.
Vozinha memiliki nama lengkap Josimar Évora Dias dan lahir di Mindelo, Cape Verde, pada 3 Juni 1986. Julukan "Vozinha" sudah melekat sejak awal kariernya bersama Batuque FC, sebelum kemudian merantau ke berbagai kompetisi Eropa.
Sepanjang karier profesionalnya, ia pernah bermain di Portugal, Yunani, Azerbaijan, Georgia, Siprus, hingga Finlandia. Namun, kontraknya bersama FC Honka berakhir pada awal 2026 sehingga ia menghabiskan sekitar enam bulan tanpa klub menjelang Piala Dunia.
Meski berstatus bebas transfer, tim pelatih Cape Verde tetap memasukkan namanya ke dalam skuad. Keputusan itu akhirnya berbuah manis.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung terbesar dalam karier Vozinha. Pada laga pembuka melawan Spanyol, ia tampil luar biasa dengan serangkaian penyelamatan penting yang membantu Cape Verde menahan salah satu favorit juara dengan skor 0-0.
Penampilan impresif itu berlanjut saat menghadapi Arab Saudi. Cape Verde kembali mencatat clean sheet setelah bermain imbang tanpa gol, membuat nama Vozinha mulai menjadi sorotan di media sosial maupun media internasional.
Momentum terbesar datang pada pertandingan terakhir fase grup ketika Cape Verde bermain imbang 2-2 melawan Uruguay. Hasil tersebut cukup mengantarkan negara kepulauan di Afrika Barat itu melaju ke babak 16 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan adalah penyelamatan ganda Vozinha pada menit-menit akhir saat menghadapi Uruguay. Aksi tersebut dianggap menjadi penyelamatan yang menjaga mimpi Cape Verde tetap hidup di Piala Dunia 2026.
Penampilan konsisten sang penjaga gawang membuat namanya viral di berbagai platform media sosial. Sebelum turnamen dimulai, akun Instagram Vozinha hanya memiliki sekitar 50 ribu pengikut. Dalam hitungan hari, jumlah itu melonjak drastis hingga mencapai sekitar 14 juta pengikut.
Kisahnya juga mendapat perhatian berbagai media internasional. Sosok Vozinha dipuji karena mampu tampil gemilang di usia 40 tahun, meski sebelumnya sempat tidak memiliki klub dan hampir dianggap memasuki akhir karier sebagai pesepak bola profesional.
Kesuksesan Cape Verde juga menjadi catatan bersejarah bagi negara tersebut. Dengan populasi sekitar 600 ribu jiwa, Cape Verde menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang mampu menembus fase gugur Piala Dunia.
Bagi banyak penggemar sepak bola, perjalanan Vozinha menjadi bukti bahwa pengalaman, ketekunan, dan mentalitas dapat mengalahkan berbagai keterbatasan. Dari pemain tanpa klub hingga menjadi salah satu sosok paling viral di Piala Dunia 2026, ia menjelma sebagai simbol kejutan terbesar yang lahir dari turnamen tersebut.