Debut Met Gala Berujung Kontroversi, Jisoo BLACKPINK Dituding Belum Kembalikan Koleksi Desainer
JAKARTA, GENVOICE.ID - Penampilan Jisoo di Met Gala 2026 yang seharusnya menjadi momen prestisius justru diwarnai kontroversi. Idol asal Korea Selatan itu dituding belum mengembalikan sejumlah koleksi busana milik brand fashion independen asal Belgia, Judassime.
Dalam debutnya di ajang tersebut, Jisoo tampil mengenakan gaun dari Dior dengan detail peplum, payet, dan motif floral sesuai tema "Fashion is Art". Penampilannya dilengkapi aksesori mewah seperti choker, anting berlian, serta cincin elegan. Ia juga sempat mengungkapkan bahwa persiapan tampil di karpet merah memakan waktu hingga lima jam.
Namun, tak lama setelah penampilannya menjadi sorotan, Benjamin Voortmans, desainer sekaligus pemilik brand Judassime, melontarkan tuduhan melalui media sosial. Ia mengklaim bahwa tiga koleksi busananya yang dipinjam oleh pihak Jisoo belum dikembalikan hingga saat ini.
Voortmans menjelaskan bahwa sekitar enam bulan lalu, pihaknya mengirimkan sejumlah koleksi ke Korea Selatan untuk keperluan pemotretan cover album BLACKPINK. Namun, menurutnya, proyek tersebut terus mengalami penundaan tanpa kejelasan.
Ia mengaku tidak keberatan jika koleksinya tidak jadi digunakan. Meski begitu, ia menuntut kepastian terkait pengembalian barang. Dalam praktik industri fashion, peminjaman busana biasanya hanya berlangsung singkat, berkisar satu hingga dua minggu, maksimal satu bulan.
Voortmans juga menyebut telah berulang kali mencoba menghubungi pihak terkait, termasuk mengirimkan invoice dan dokumen kontrak. Namun, ia mengklaim tidak mendapat respons. Karena itu, ia meminta agar koleksinya segera dikembalikan, mengingat nilai dan pentingnya busana tersebut bagi brand miliknya.
Menariknya, sebelum video tuduhan itu dihapus, sejumlah desainer lain ikut membagikan pengalaman serupa. Salah satu desainer mengaku pernah diminta mengirimkan outfit dari luar negeri untuk kebutuhan pemotretan, namun diminta tanpa biaya dengan iming-iming promosi.
Desainer tersebut memilih menolak permintaan itu, karena khawatir koleksinya tidak dikembalikan atau rusak. Ia bahkan menyebut pengalaman di industri menunjukkan bahwa peminjaman tanpa sistem yang jelas berisiko tinggi bagi kreator.
Hingga kini, Jisoo maupun pihak manajemennya belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Kasus ini pun memicu perbincangan luas, terutama soal etika peminjaman karya dalam industri fashion global.