Cuaca Ekstrem Ganggu Penerbangan, Belasan Pesawat Dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta
JAKARTA, GENVOICE.ID - Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin menyebabkan sejumlah penerbangan harus dialihkan demi alasan keselamatan. Hujan deras yang disertai potensi windshear atau perubahan arah angin menjadi faktor utama gangguan operasional, khususnya saat fase pendaratan.
Pihak Angkasa Pura Indonesia menyebut kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap lalu lintas penerbangan. Berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC), tercatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan ke bandara alternatif.
Selain pengalihan, sebanyak 14 penerbangan harus melakukan prosedur holding atau berputar di udara sebelum mendarat. Kemudian, 13 penerbangan lainnya melakukan go around atau membatalkan pendaratan dan mencoba kembali, sementara satu penerbangan dilaporkan kembali ke apron.
Menurut keterangan resmi dari perwakilan bandara, langkah-langkah tersebut diambil sebagai bentuk prioritas terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Koordinasi intensif pun dilakukan antara pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan operasional tetap berjalan aman dan terkendali.
Tidak hanya berdampak pada penerbangan, cuaca ekstrem juga menyebabkan gangguan pada fasilitas bandara. Salah satu titik atap di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 dilaporkan mengalami kerusakan akibat hujan deras.
Meski demikian, pihak bandara memastikan bahwa fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron tetap dalam kondisi baik dan dapat digunakan tanpa hambatan. Area yang terdampak juga telah dibersihkan dan situasi secara umum dinyatakan kembali kondusif.
Sebagai langkah antisipasi, petugas bandara terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap seluruh infrastruktur. Area yang berpotensi terdampak gangguan langsung disterilisasi untuk menjaga keselamatan penumpang dan pekerja.
Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru terkait jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi di bandara. Selain itu, calon penumpang disarankan datang lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca.