Konflik AS-Israel-Iran Memanas, DPR Minta Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Ibadah Haji

Genvoice.id | 06 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, meminta pemerintah menyiapkan berbagai langkah mitigasi penyelenggaraan ibadah haji di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menurut Marwan, Komisi VIII DPR belum secara resmi membahas isu tersebut karena DPR masih dalam masa reses. Meski begitu, ia menilai pemerintah perlu segera menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi situasi global yang tidak menentu.

Ia menyebut salah satu skenario paling aman adalah tidak memberangkatkan jemaah haji apabila kondisi keamanan benar-benar tidak memungkinkan. Namun, opsi tersebut dinilai sangat berat secara psikologis bagi umat Islam yang sudah lama menunggu kesempatan berhaji.

Marwan juga menyoroti kemungkinan risiko jika jemaah tetap diberangkatkan, tetapi situasi keamanan memburuk ketika mereka sudah berada di Tanah Suci. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyulitkan proses pemulangan jemaah ke Indonesia apabila konflik kembali meningkat.

Sebagai langkah antisipasi, Marwan mengusulkan pemerintah menyiapkan alternatif rute penerbangan yang lebih aman. Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah mengalihkan jalur penerbangan melalui kawasan Afrika.

Dalam skema tersebut, pesawat dari Jeddah bisa diarahkan terlebih dahulu menuju Nairobi sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur laut lepas, sehingga tidak melintasi wilayah yang berpotensi terdampak konflik.

Namun, perubahan rute tersebut diperkirakan akan menambah durasi penerbangan sekaligus meningkatkan biaya perjalanan haji. Karena itu, Marwan meminta pemerintah menghitung secara matang dampak finansialnya serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Meski situasi geopolitik tengah memanas, Marwan menegaskan hingga kini belum ada maklumat resmi dari pemerintah Arab Saudi yang menyatakan pembatalan ibadah haji.

Ia mengatakan komunikasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Saudi masih menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji tetap memiliki peluang untuk dilaksanakan seperti biasa. "Sepanjang kita minta keterangan dari pemerintah dan komunikasi ke Saudi, tidak ada maklumat untuk tidak berhaji," ujarnya.

Karena itu, Marwan menyebut harapan bagi jemaah Indonesia untuk tetap berangkat menunaikan ibadah haji masih terbuka.