Igor Tudor Minta Pemain Tenang, Tottenham Hotspur Terancam Masuk Jurang Degradasi Liga Inggris!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar bener-bener gawat sekaligus heboh baru saja datang dari salah satu klub raksasa London Utara, Tottenham Hotspur. Siapa yang sangka kalau tim sekelas Spurs sekarang harus mencicipi pahitnya berada di ambang zona merah yang bener-bener mengancam posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Situasi makin memanas setelah laga lanjutan Liga Inggris musim 2025/2026 pada Jumat dini hari WIB tadi berakhir tragis bagi mereka. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Spurs justru harus mengakui keunggulan Crystal Palace dengan skor telak 1-3. Kekalahan ini bukan cuma sekadar kehilangan tiga poin biasa, tapi menjadi simbol betapa hancurnya performa tim sejauh ini di tahun 2026.
Bayangkan saja, sepanjang tahun ini, klub yang identik dengan logo ayam jantan tersebut belum pernah sekalipun mencicipi manisnya kemenangan. Dari 11 pertandingan terakhir yang sudah dijalani, mereka harus menelan pil pahit berupa tujuh kekalahan dan sisanya cuma berakhir seri.
Kondisi ini bener-bener bikin para fans merasa ketar-ketir karena posisi mereka di klasemen sementara Liga Inggris sekarang terjun bebas ke peringkat 16 dengan cuma mengantongi 29 poin dari 29 laga. Jarak mereka dengan West Ham United yang ada di zona degradasi cuma selisih satu poin doang. Di tengah tekanan mental yang luar biasa berat ini, sang manajer baru dituntut buat bisa membalikkan keadaan sebelum semuanya terlambat, nih Gen.
Igor Tudor, pelatih asal Kroasia yang baru menjabat sejak pertengahan Februari lalu, sadar banget kalau anak asuhnya lagi dalam kondisi mental yang jatuh. Tapi, dia nggak mau para pemainnya larut dalam kepanikan berlebih. Tudor langsung memberikan instruksi tegas agar skuad Spurs tetap menjaga kepala dingin meskipun bayang-bayang degradasi sudah ada di depan mata.
"Kami harus tetap tenang dan terus bekerja keras. Itu akan mengubah situasi," ujar Tudor, dikutip dari laman resmi Tottenham Hotspur. Dia merasa kalau cuma dengan ketenangan dan fokus maksimal mereka bisa keluar dari lubang jarum dalam sembilan pertandingan sisa yang masih mereka miliki. "Saya percaya kami mampu mengubah situasi ini," tutur Tudor penuh rasa optimistis.
Kartu Merah Jadi Biang Kerok Kekalahan Kontra Palace
Kalau kita flashback ke jalannya pertandingan melawan Crystal Palace tadi, sebenarnya Spurs sempat memberikan harapan besar. Dominic Solanke sukses bikin tribun bergemuruh setelah mencetak gol pembuka di menit ke-34. Sayangnya, kegembiraan itu cuma bertahan sekejap.
Mimpi buruk dimulai empat menit kemudian saat bek mereka, Micky van de Ven, kena kartu merah dan harus keluar lapangan. Bermain dengan 10 orang bener-bener ngerusak rencana permainan Tudor. Crystal Palace yang unggul jumlah pemain langsung tampil beringas dan sukses mencetak tiga gol balasan lewat aksi Ismaila Sarr dan Jorgen Strand Larsen sebelum babak pertama usai.
Tudor mengakui kalau kartu merah itu adalah titik balik yang bikin strateginya berantakan. Meskipun kecewa berat, dia nggak mau menyalahkan pemainnya secara personal karena merasa tim sudah berjuang maksimal di lapangan. Baginya, kesalahan-kesalahan mendasar seperti itulah yang harus segera dibenahi kalau mau selamat dari degradasi.
"Pada akhirnya, kunci dalam sepak bola adalah bertahan dengan baik dan jangan membuat kesalahan. Anda bisa mencetak satu atau dua gol, tetapi yang paling penting adalah tidak melakukan kesalahan," kata dia.